Kebijakan SVLK Diklaim Tingkatkan Ekspor Furnitur 10%

NERACA

Jakarta - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan mengenai Sistem Verivikasi Legalitas Kayu (SVLK). Regulasi ini dinilai cukup efektif sehingga Kementerian Perindustria menargetkan ekspor produk furnitur bisa meningkat mencapai 10% dibandingkan dengan tahun lalu atau pada akhir tahun mencapai US$1,6 miliar. Hal ini seperti yang dikemukakan Direktur Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian, Aryan Wargadalam, di Jakarta, Jumat (9/11).

Menurut dia, kebijakan tersebut membuat produk kayu bisa diterima di pasar secara luas. “SVLK membuat produk kayu dari Indonesia bisa diterima di pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS). Selain itu, kebijakan penghentian ekspor bahan baku rotan membuat nilai tambah produk yang dihasilkan,” kata Aryan.

Dengan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah salah satunya seperti SVLK, menurut Aryan, pihaknya optimistis kinerja ekspor furnitur terus membaik. “Pada tahun ini, kami targetkan ekspor furnitur mencapai US$1,6 miliar, naik10% dibandingkan pencapaian tahun lalu. Khusus ekspor furnitur rotan diperkirakan mencapai US$200 juta hingga akhir tahun,” paparnya.

Akan tetapi, lanjut Aryan, sektor industri furnitur Indonesia, masih kalah bersaing dengan Vietnam. “Penguasaan pasar furnitur di AS lebih besar Vietnam dibandingkan Indonesia. Pada 2010, Vietnam sudah berhasil mengekspor furnitur senilai US$1,2 miliar ke AS, sedangkan Indonesia baru US$500 juta,” ujarnya.

Aryan berpendapat industri furnitur di dalam negeri memerlukan waktu untuk lebih bersaing di pasar internasional. “Agar Indonesia mampu menguasai pasar internasional, diperlukan investasi dari dalam maupun investor global,” tandasnya.

Sementara itu, Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menargetkan ekspor produk furnitur ke China pada 2013 mencapai US$100 juta seiring permintaan yang terus bertambah. “Untuk tahun ini, ekspor furnitur ke China diproyeksikan US$40 juta dan 2013 kinerja ekspornya bisa menyentuh US$100 juta. Permintaan produk furnitur dari Indonesia terus mengalami peningkatan karena kualitasnya lebih unggul dibandingkan produk dalam negeri China,” kata Ketua Umum Asmindo, Ambar Tjahyono.

Permintaan produk furnitur dari China, menurut Ambar, menjadi peluang bagi pelaku industri furnitur di Tanah Air ketika pasar di Eropa dan Amerika Serikat menurun akibat krisis global. “Antusiasme yang tinggi terhadap produk furnitur Indonesia di China dapat dilihat dari hasil pameran yang digelar. Ketika produsen furnitur dari Indonesia menjual produknya pada pameran di China, seluruh produknya habis terjual,” paparnya.

Untuk harga jual di China, lanjut Ambar, jauh lebih tinggi dibandingkan di dalam negeri. “Harga furnitur asal Indonesia di China bisa 10 kali lipat lebih mahal dibandingkan harga normalnya. Potensi furnitur di China sangat besar dan pasarnya masih bisa digarap,” ujarnya.

Asmindo bersama pengusaha furnitur, ucap Ambar, akan membangun jalur distribusi ke China untuk memudahkan pemasaran produknya. “Kami tengah mengincar kota-kota besar seperti Shanghai, Beijing, dan Guanzhou untuk menjadi pusat distribusi. Pelaku usaha akan membuka gudang di China untuk menjamin kelancaran pasokan barang,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Kualitas SDM - Antam Fasilitasi Warga Sangau Ujian Paket C

Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, PT Aneka Tambang Tbk unit Bisnis Pertambangan-Bauksit Tayan memfasilitasi 13 warga Kecamatan Tayan dan…

Jokowi-Amin Menang versi Quick Count, Hary Tanoe: Bersama Kita Tingkatkan & Percepat Kesejahteraan

JAKARTA, Hasil perhitungan cepat memenangkan Joko Widodo dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024. Ke depan, Indonesia…

AMMDes Pacu Produktivitas, Siap Rambah Ekspor

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Langkah Making Indonesia 4.0 akan Memiliki Acuan

NERACA Jakarta – Direktur Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian (IKK) ITS, Arman Hakim Nasution menyebut, progress roadmap Making Indonesia 4.0…

Implementasi Industri 4.0 Dongkrak Efisiensi dan Produktivitas

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan terjadinya peningkatan pada produktivitas…