Bapepam-LK Beri Sanksi Tegas Mega Asset Management

Rabu, 31/10/2012

NERACA

Jakarta- Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) melayangkan surat kepada PT Mega Asset Management untuk membenahi kelalaian perusahaan terkait adanya brosur reksa dana yang menjanjikan imbal hasil investasi tetap, “Surat tersebut sudah dilayangkan pada 25 Oktober lalu dan kami meminta pihak Mega Asset Management melakukan langkah yang harus dilakukan perusahaan terhadap permasalahan ini,”kata Kepala Biro Kepatuhan Biro Pengelolan Investasi Bapepam-LK Sujanto di Jakarta, Selasa (30/10).

Dalam surat tersebut, kata Sujanto, pihak Bapepam meminta pihak Mega Asset management untuk mereview dan melaporkan fungsi pemasaran, rekrutmen pegawai, dan standar operating prosedur reksa dana, termasuk mekanisme pengawasan pegawai atau pihak lain yang bekerja di Mega Asset Management.

Lebih lanjut Sujanto mengatakan, pihaknya memberikan batas waktu sampai dengan 5 November agar Mega Asset Management melaporkan langkah-langkah positif yang telah dilakukan perusahaan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Mega Asset Management Yimmy Lesmana mengakui, adanya brosur yang beredar tentang return produk reksadananya yang tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan mengenai produk reksa dana tersebut.

Menurut Yimmy, brosur tersebut dibuat oleh karyawan-karyawan barunya yang masih dalam tahap training. Dalam hal ini pihaknya berjanji akan menindak tegas pihak marketing yang menyalahi aturan terkait ketetapan perusahaan. Selain itu, lanjut dia perusahaan juga akan menyelidiki apakah hal ini terjadi pada cabang tertentu saja atau terjadi secara masif. “Kami mempersiapkan penjelasan tertulis yang akan dijelaskan secara rinci atas masalah tersebut dan pencegahan agar tidak terjadi lagi di kemudian hari,” tandasnya.

Sekedar informasi, PT Mega Asset Management dipanggil Bapepam terkait proposal atau dokumen mengenai produk reksadana yang menjanjikan imbal hasil (return) tetap. Dokumen tersebut berisi tentang penawaran yang menjanjikan penawaran tetap layaknya deposito itu.

Ada dua produk yang ditawarkan oleh tenaga pemasaran dari Mega Asset Management. Masing-masing dengan nilai investasi paling sedikit senilai Rp 100 juta. Produk pertama yaitu produk Mega Asset Mantap yang merupakan reksadana pendapatan tetap. Produk ini ditawarkan dengan tenor tiga bulan dan imbal hasil tetap 7,5% per tahun. Sementara, produk kedua yaitu Mega Asset Mixed yang merupakan produk reksadana campuran. Produk ini ditawarkan dengan tenor 6 bulan plus imbal hasil tetap sebesar 8,5% per tahun.

Dalam informasinya, tenaga pemasar menjelaskan kepada investor bahwa dia akan mendapatkan dua macam perjanjian. Pertama, kontrak yang biasa diperoleh oleh umumnya investor reksadana, dan yang kedua adalah perjanjian antara investor dengan Mega Asset Management mengenai return tetap tersebut berikut tenornya. “Semacam sertifikat deposito,” ujarnya.

Namun, saat dikonfirmasi mengenai pemberitaan tersebut, manajemen Mega Asset Management mengaku tidak tahu-menahu mengenai pemasaran produk dengan iming-iming return tetap tersebut. Padahal dalam aturan mengenai Pengelolan Investasi Bapepam-LK, penawaran fixed return tidak diperbolehkan karena melanggar aturan pasar modal No. V.G.1. (lia)