Bank Mayapada Kantongi Pendapatan Bunga Rp 1,1 Triliun

Pada kuartal ketiga 2012, PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) meraih pendapatan bunga hingga Rp1,1 triliun dengan laba bersih Rp282,6 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/10).

Disebutkan, dari pendapatan bunga tersebut, perseroan menanggung beban bunga hingga 593,8 miliar sehingga pendapatan bersih menjadi Rp535,7 miliar. Hal ini mengalami kenaikan dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp391,3 miliar. Dengan bunga operasional sebesar Rp162,6 miliar maka laba operasional menjadi Rp313,7 miliar.

Untuk periode yang sama tahun lalu, beban opersaional menjadi Rp30,6 miliar sehingga laba opersional menjadi Rp98,06 miliar. Dengan pajak penghasilan sebesar Rp35,2 miliar maka laba bersih menjadi Rp282,6 miliar dari Rp93,6 miliar di kuartal ketiga tahun lalu. Untuk total aset perseroan menjadi Rp14,7 triliun dari Rp12,9 triliun per 31 Desember 2011. (bani)

BERITA TERKAIT

WSBP Raih Kontrak Anak Usaha Pertamina

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengantungi kontrak baru dari anak usaha PT Pertamina yakni, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK)…

Pefindo Beri Peringkat A- MTN Tridomain

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menegaskan peringkat A- untuk surat utang jangka menengah (medium…

Plaza Indonesia Agendakan Rights Issue

Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnis, PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) menyiapkan aksi penambahan modal dengan hak memesan efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Targetkan Transaksi Rp3 Triliun di IPEX 2020

Kesekian kalinya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX). Kali ini, perseroan menargetkan dapat meraup…

Rampungkan Penyelidikan Nara Hotel - BEI Berharap Keputusannya Adil dan Objektif

NERACA Jakarta – Gagalnya pencatatan saham perdana PT Nara Hotel International Tbk lantaran adanya aduan investor terkait kejanggalan penjatahan saham…

Pasar IPO di Semester Pertama Masih Positif

NERACA Jakarta – Potensi pasar initial public offering (IPO) di dalam negeri masih memiliki prospek positif di tengah ketidakpastian ekonomi…