Express Taxi Tetapkan Harga IPO Rp 560 Per Saham

Rabu, 24/10/2012

NERACA

Jakarta – PT Express Transindo Utama Tbk menetapkan harga saham perdana (IPO) sebesar Rp560 per saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Perusahaan pengelola Taxi Express melepas 1,05 miliar sahamnya ke publik atau setara dengan 48,99% dari modal disetornya.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam prospektusnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan, pernyataan efektif dari IPO Express Taxi ini telah diperoleh pada 22 Oktober 2012, masa penawaran umum pada 24, 25 dan 29 Oktober dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 November 2012.

Dari dari hasil IPO diantaranya sebanyak 63% akan digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi reguler. Kemudian sisanya 20% akan digunakan untuk pembayaran pokok utang ke BCA, dan pembayaran penalti pembayaran utang yang dipercepat kepada BCA sebesar 0,75%.

Selanjutnya 16% akan digunakan untuk akuisisi 100% kepemilikan di PT Express Mulia Kencana.

Direktur Keuangan PT Express Trasindo Utama, David Santoso pernah bilang, dengan mengakuisisi Ekspres Mulia Kencana bakal mendongkrak pertumbuhan perseroan. Saat ini market share perseroan mencapai 35% dari pasar taksi nasional. Sedangkan PT Express Mulia Kencana. merupakan anak usaha dari PT Express Transportasi Antarbenua.

Sementara Head Of Investment Banking PT Mandiri Sekuritas Dadang Suryanto menjelaskan, dasar penentuan harga penawaran saham ditentukan berdasarkan perbandingan rasio per pendapatan dengan perbandingan perusahaan sejenis yang telah tercatat di bursa regional. Pasalnya, di Indonesia memang ada perusahaan yang memiliki lini bisnis yang sama dengan perseroan namun pergerakan sahamnya tidak likuid ditransaksikan investor. “Perusahaan sejenis di Bursa Indonesia memang ada, namun kebetulan sizenya tidak likuid, makanya kami bandingkan dengan yang perusahaan sejenis di bursa regional yang rata-rata PER-nya sekitar 11,4 kali. Jadi PER yang kami tawarkan sekitar 7 kali-12 kali,” ungkap Dadang.

PT Express Transindo Utama menargetkan dapat memperoleh dana berkisar Rp462,56 miliar hingga Rp904,10 miliar dari hasil penawaran umum perdananya. (bani)