Anak Usaha APP Raih Penghargaan Primaniyarta 2012

Jumat, 19/10/2012

NERACA

Jakarta – Tiga anak usaha Asia Pulp & Paper (APP) meraih penghargaan dari Pemerintah terkait kiprah mereka di pentas bisnis global. Dua anak usaha APP, masing-masing PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, berhasil meraih penghargaan Primaniyarta 2012 untuk kategori pembangunan merek global. Satu unit usaha lainnya, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, menyabet penghargaan untuk kategori Eksportir Berkinerja Terbaik.

Primaniyarta merupakan penghargaan yang diberikan oleh Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) kepada para eksportir nasional yang mencatatkan prestasi terbaik dalam ekspor nonmigas. Penyerahan penghargaan itu bertepatan dengan dibukanya Indonesia Trade Expo ke-27.

“Saya bersyukur atas berhasilnya Tjiwi Kimia mendapat Penghargaan Primaniyarta. Ini merupakan hasil kerja keras manajemen serta seluruh karyawan dan Tjiwi Kimia selama ini,” ujar Direktur Corporate Affairs and Communication APP, Suhendra Wiriadinata, dalam siaran pers yang diterima NERACA, kemarin.

Menurut dia, kerja keras dan dedikasi tinggi jadi tuntutan yang harus dipenuhi untuk secara secara konsisten dapat menjaga mutu, kualitas dan kesinambungan produk ekspor demi memenuhi permintaan pasar yang kian beragam.

Menurut Suhendra yang juga direktur di Tjiwi Kimia dan Indah Kiat, penghargaan Primaniyarta ini merupakan wujud apresiasi pemerintah atas kerja keras selama ini. “Kami selalu beroperasi dengan prinsip berkelanjutan, transparan serta menjunjung tinggi peraturan pemerintah dan taat hukum,” ujarnya.

Pencapaian Tjiwi Kimia dijelaskan Suhendra tak lepas dari potensi sektor pulp dan kertas sebagai andalan ekspor nasional. Tjiwi Kimia memproduksi berbagai jenis kertas tulis dan cetak baik coated maupun uncoated dan berbagai produk perlengkapan kantor yang diminati pasar internasional. “Sesuai dengan permintaan pasar. Kami memproduksi kertas yang memiliki nilai tambah termasuk kertas tanpa karbon dan kertas cast coated dan board,” terangnya.

Suhendra menjelaskan, perseroan masih mengandalkan penjualan dari ekspor dibandingkan dengan penjualan ke pasar domestik. “Tahun lalu, komposisi ekspor kami mencapai 68% dibandingkan dengan penjualan lokal yang hanya 32%," katanya.

Saat ini, kapasitas produksi yang dimiliki Tjiwi Kimia adalah 1,13 juta ton per tahun untuk kertas. 320.000 ton per tahun untuk alat tulis, dan 78.000 ton per tahun untuk kertas kemasan.

Salah satu produk andalan Indah Kiat adalah kertas yang digunakan untuk kitab suci Al Quran dan diekspor ke sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Mesir, Yordania, Turki, Kuwait, Uni Emirat Arab, serta Iran. Saat ini pangsa ekspornya sudah mencapai sekitar 70 persen di negara-negara Timur Tengah. Ekspor kertas Al Quran dengan merek Sinar Tech atau QPP ini, pada tahun 2011 mencapai sekitar 15 ribu ton.

Sementara Pindo Deli yang merupkan pabrik terbesar dan terintegrasi secara vertikal di Indonesia untuk produk kertas, tisu dan turunannya, sukses memasarkan produk ke mancanegara. Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara di Timur Tengah adalah kawasan tujuan ekspor Pindo Deli. Dengan total 10 ribu karyawan, Pindo Deli memiliki kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. Dari total kapasitas produksi tersebut, sekitar 55% diekspor dan sisanya diserap oleh pasar dalam negeri.

Suhendra mengungkap, kondisi ekonomi global yang memperlihatkan tanda-tanda membaik turut mendorong peningkatan pendapatan Pindo Deli yang mencapai 15%. “Tantangan yang paling menarik dalam bisnis ini adalah memahami persaingan di pasar baru tersebut, mencari formula yang tepat bagaimana memperkenalkan produk kami di pasar dan membuat keberlanjutan produk dalam jangka panjang,” kata Suhendra.