BKPM Upayakan Peningkatan Investasi Asing

Kamis, 18/10/2012

NERACA

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan terus mengupayakan peningkatan masuknya investasi asing ke Indonesia melalui promosi dan kerjasama penanaman modal antar negara, demikian dikatakan Direktur Kerjasama Regional BKPM Rizar Indomo Nazaroedin.

"Kami melakukan proses 'rebranding' dan 'repositioning' Indonesia dengan mengubah dan memperbaiki kualitas institusi-institusi dan regulasi yang terkait dengan penanaman modal sehingga memungkinkan terselenggaranya promosi dan kerjasama yang berfokus kepada para investor asing," kata Rizar kepada Antara di Jakarta, Rabu (17/10).

Menurut dia, BKPM telah melaksanakan beberapa program, salah satunya dengan promosi yang menyasar investor asing. "Selain promosi ‘branding invest in remarkable Indonesia' melalui media internasional, BKPM juga berpromosi langsung dengan para investor asing melalui 'one-on-one meeting' karena dapat menghasilkan realisasi investasi yang lebih cepat," katanya.

Dia mencontohkan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke New York September lalu dalam program 'Indonesia Investment Day' yang merupakan salah satu upaya untuk lebih mempromosikan Indonesia sebagai lahan investasi.

Rencana ke Depan

Ke depan, kata dia, BKPM akan mengadakan forum-forum bisnis internasional, seperti Forum Investasi Internasional di Jakarta dan Marketing Investasi Indonesia di Dusseldorf, Jerman pada November.

Selain itu, dia menambahkan, BKPM bersama dengan Kementerian Luar Negeri dan lembaga lainnya akan meningkatkan kerjasama bilateral, multilateral, dan regional dalam rangka menciptakan kebijakan yang `investor-friendly’.

"Tidak hanya itu, kami juga berencana membuka Kantor Promosi Investasi di empat kota, yaitu Beijing, Frankfurt, Mumbai, dan Seoul. Sebelumnya, kami sudah membuka beberapa kantor di London, Tokyo, Abu Dhabi, Singapura, dan beberapa kota lain," jelasnya.

Rizar juga mengatakan, BKPM telah berkoordinasi dengan para gubernur dari masing-masing provinsi untuk mempromosikan sektor-sektor unggulannya yang dapat menjadi lahan investasi asing. "Sekarang ini kami sedang bekerjasama dengan para pemda setiap provinsi untuk membentuk unit pelayanan terpadu satu pintu sehingga investor tidak perlu datang ke beberapa kantor untuk mengurus realisasi investasinya," kata dia.

Dia menambahkan, BKPM sedang mengusahakan masuknya investasi dari perusahaan-perusahaan berkelas dunia.

"Dalam hal ini, kami sudah menargetkan beberapa perusahaan asing yang dapat berinvestasi dengan nilai besar. Jadi, tidak hanya perusahaan-perusahaan yang masih bersifat sporadis saja yang berinvestasi di sini," ujarnya.

Optimistis

Optimisme Rizar didasarkan pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang semakin membaik."Dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 6,3 persen, tentu saja akan ada peningkatan masuknya investasi asing ke Indonesia. Momentum ini akan dipakai oleh para investor asing untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi," kata Rizar.

Menurut Rizar, meningkatnya investasi asing yang masuk ke Indonesia dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi, dan hal tersebut sesuai dengan visi Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) BKPM. "Visi RUPM sampai 2025 adalah penanaman modal yang berkelanjutan dalam rangka terwujudnya Indonesia yang mandiri, maju, dan sejahtera," ujarnya.

Sebagian besar realisasi investasi asing di Indonesia berasal dari negara-negara di wilayah Asia. Berdasarkan Laporan BKPM, negara asal investasi asing terbesar pada triwulan II 2012 adalah Singapura, dengan nilai investasi US$ 0,8 juta dolar (Rp7,7 miliar) atau 13,3 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia.

"Empat negara asal investasi terbesar lainnya, yaitu Amerika Serikat sebesar 11%, Australia 9%, Jepang 8%, dan Korea Selatan 7,9%," kata Rizar.

Laporan Kegiatan Penanaman Modal BKPM juga mencatat lima provinsi tujuan PMA terbesar, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Papua, dan Kalimantan Timur.

Dia juga mengatakan, BKPM tetap optimistis bahwa pada 2013 kondisi investasi asing akan terus meningkat. "Indonesia saat ini adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi dan manajemen makro yang baik sehingga menjadi negara terpercaya sebagai lahan investasi. Selain itu, negara kita terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya," ujarnya. [doko]