Menguat Dalam Sepekan, IHSG Mulai Masuki Titik Jenuh

Kamis, 18/10/2012

NERACA

Jakarta- Sebagaimana sudah diperkirakan diawal, rekor baru yang dicetak indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa memberikan dampak positif yang memicu pelaku pasar melakukan aksi beli. Alhasil, indeks BEI Rabu sore ditutup menguat naik 8,450 poin (0,20%) ke level 4.337,526. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 1,577 poin (0,21%) ke level 751,659.

Meskipun indeks BEI mengalami penguatan secara bertuurut-turut dalam dua hari, tidak membuat indeks lepas dari aksi ambil untung. Pasalnya, jelang penutupan pasar indeks BEI sempat bergerak fluktuatif akibat aksi ambil untung yang dilakukan investor lokal. Berikutnya, indeks Kamis diproyeksikan masih akan melanjutkan penguatan di level 4.337-4.350. Kendatipun demikian, perlu diwaspadai aksi ambil untung karena indeks sudah menguat dalam sepekan

Asal tahu saja, perdagangan kemarin aksi ambil untung banyak dilakukan oleh investor lokal. Sedangkan para pemodal asing tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp 229,85 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 156.936 kali pada volume 4,856 miliar lembar saham senilai Rp 5,12 triliun. Sebanyak 110 saham naik, sisanya 113 saham turun, dan 108 saham stagnan. Bursa-bursa di regional menutup perdagangan Rabu sore dengan kompak di zona hijau. Sentimen positif dari Eropa dan AS membuat pelaku pasar regional bersemangat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 21.950, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 300 ke Rp 3.425, Japfa (JPFA) naik Rp 22 ke Rp 5.100, dan Bank Mega (MEGA) naik Rp 200 ke Rp 3.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 50.400, Surya Citra (SCMA) turun Rp 350 ke Rp 10.250, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 20.700, dan Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 300 ke Rp 2.700.

Sementara menutup perdagangan, indeks BEI juga ditutup menguat 6,710 poin (0,15%) ke level 4.335,786. Sementara Indeks LQ45 menguat 0,442 poin (0,07%) ke level 617,314. Kata analis Trust Securities, Reza Priyambada, meski IHSG hampir mendekati level jenuh beli (overbought), namun dengan masih adanya data-data yang positif maka membantu IHSG untuk tetap bertahan di zona hijau, “IHSG pun masih dimungkinkan bergerak variatif dan mencoba untuk menguat,"ujarnya.

Laju indeks sedikit terhambat oleh aksi ambil untung. Maklum saja, indeks sudah terus-terusan menguat sejak akhir pekan lalu. Aksi ambil untung ini banyak dilakukan di saham-saham konsumer dan tambang.

Saham-saham lapis dua masih menjadi penopang reli indeks hari ini, sektornya melesat lebih dari satu persen. Sektor finansial juga turut memberi andil, menguat setelah perburuan saham-saham bank. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 83.307 kali pada volume 1,988 miliar lembar saham senilai Rp 2,592 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 98 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 21.950, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke Rp 52.800, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 10.250, dan Bank Mega (MEGA) naik Rp 200 ke Rp 3.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 50.500, Surya Citra (SCMA) turun Rp 300 ke Rp 10.300, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 300 ke Rp 2.700, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 20.800.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 10,02 poin atau 0,23% ke posisi 4.339,09. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,55 poin (0,34%) ke level 752,64, “IHSG menguat mengikuti pergerakan bursa saham global yang dipicu dari respon positif pelaku pasar terhadap data penjualan ritel AS yang di atas estimasi," ujar kata Reza Priyambada.

Faktor teknikal, lanjut Reza Priyambada, juga menjadi salah satu pendorong harga saham domestik bergerak naik mendekati area "overbought". Dia mengatakan, meski indeks BEI hampir mendekati posisi jenuh beli namun, masih adanya data-data yang positif maka akan membantu IHSG BEI untuk tetap bertahan di area positif meski dibayangi aksi ambil untung (profit taking), “Aksi 'profit taking' membayangi investor di dalam negeri. IHSG juga masih dimungkinkan bergerak variatif mencoba menguat di kisaran level 'support' 4.298-4.317 dan 'resistance' 4.335-4.342 poin," paparnya

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias menambahkan, IHSG menguat mengikuti bursa Asia yang berada di dalam area positif yang didorong dari "rally" di bursa global tadi malam. Hal itu juga diikuti harga minyak yang kembali menguat ke level US$ 92,5 per barel, “IHSG sendiri diperkirakan akan kembali melanjutkan 'rally'-nya seiring penguatan bursa regional. Namun demikian beberapa sektor yang telah menguat signifikan dalam sepekan terakhir seperti semen, telekomunikasi dan konsumer diperkirakan cukup rentan 'profit taking'," ungkapnya

Tercatat diawal perdagangan Rabu kemarin, bursa regional diantaranya indeks Hang Seng di buka menguat 188,17 poin (0,89%) ke level 21.395,24, indeks Nikkei-225 naik 110,24 poin (1,27%) ke level 8.811,55, dan Straits Times menguat 8,77 poin (0,29%) ke level 3.055,58. (bani)