Program Bedah Rumah - Masyarakat Tidak Lagi Tinggal di Rumah Kumuh

NERACA

Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki oleh setiap perusahaan besar, diharapkan dapat disalurkan untuk membantu realisasi program bedah rumah yang dicanangkan pemerintah.

Pemerintah sedang gencar menggandeng perusahaan-perusahaan besar untuk menyalurkan dana CSR dalam program bedah rumah yang dicanangkan pemerintah. program CSR merupakan tanggung jawab sosial, salah satu bentuknya adalah dalam bentuk bantuan pembangunan, baik fisik maupun moril yang disalurkan melalui program bedah rumah untuk masyarakat miskin.

Saat ini ada 4,8 juta masyarakat miskin di Indonesia dengan backlog rumah mencapai 14,8 juta unit rumah. Olehkarenanya, diharapkan tahun ini setidaknya ada 250 ribu rumah yang dibuat layak huni, sedangkan pada 2013 sekitar 500 ribu unit rumah, dan 500 ribu unit lagi di 2014.

Pelaksanaan program ini dimulai dengan pemilihan rumah yang pantas untuk dibangun oleh Badan Kelompok Masyarakat, setelah selesai diajukan ke Kabupaten Kota untuk diteruskan ke Kemenpera dan ke Propinsi. Setelah itu dilakukan verifikasi. Sedangkan, pelaksanaan masyarakat bekerjasama melakukan perbaikan rumah yang sudah tidak layak huni sehingga tidak perlu dana untuk membayar tukang.

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengatakan, CSR adalah program pendukung dalam kegiatan Kementerian Perumahan Rakyat. Bedah rumah menjadi salah satu bagian yang didukung CSR. Dengan adanya CSR, ungkap dia, bantuan yang semula ditetapkan pemerintah sebesar Rp6 juta bisa bertambah.

Selain perusahaan besar di sektor tambang dan properti seperti Newmont, Freeport, Antam serta Bumi Serpong Damai (BSD), Kementerian Perumahan Rakyat juga menjalin kerjasama dengan PT. Astra Internasional Tbk, BRI, dan Bank Jatim dalam program percepatan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni atau bedah rumah bagi masyarakat miskin melalui corporate social responsibilty (CSR).

Dengan menggunakan dana CSR nya sendiri untuk bedah rumah, setidaknya sekitar 20 ribu rumah akan dibedah dengan alokasi dana Rp 15 juta per unit untuk merenovasi rumah menjadi layak huni oleh Astra.

Bank BRI Cabang Wates memberikan bantuan biaya bedah rumah sebesar Rp 62,6 juta dari Pinca BRI Wates kepada Bupati Kulonprogo. Sedangkan Bank Jatim mencairkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) sebesar 500 juta rupiah untuk merehab 100 rumah tak layak huni di Jombang. Program ini merupakan hasil kerjasama Bank Jatim dengan Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Jombang.

Djan Faridz berharap, langkah perusahaan yang berperan aktif dalam program pemerintah tersebut juga diikuti perusahaan-perusahaan lainnya di seluruh Indonesia, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di rumah-rumah kumuh.

BERITA TERKAIT

Pemkot Bandung Minta Masyarakat Tidak "Panic Buying"

Pemkot Bandung Minta Masyarakat Tidak "Panic Buying" NERACA Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meminta masyarakat untuk tidak "Panic Buying"…

Jaksa Agung: Penanganan Korupsi Tidak Bisa Berjalan Sendiri

Jaksa Agung: Penanganan Korupsi Tidak Bisa Berjalan Sendiri NERACA Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan bahwa penanganan kasus korupsi…

OJK : Tidak Ada Penarikan Simpanan Besar-Besaran

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak mendeteksi adanya potensi penarikan dana simpanan nasabah secara besar-besaran,…

BERITA LAINNYA DI CSR

Ramadan Berbagi Berkah - XL Donasi Kuota Data Hingga Bangun Jembatan

Memanfaatkan momentum Ramadan, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali menggelarprogram sosial bagi masyarakat di berbagai daerah. Awal Mei 2018…

Dorong Kompetisi Anak Berprestasi - SiDU Berbagi Kiat Tumbuhkan Kebiasan Menulis

Generasi muda Indonesia kini memiliki sebuah wadah baru untuk meningkatkan kompetensi mereka melalui gerakan nasional “Ayo Menulis Bersama SiDU!”. Sinar…

Manfaatkan Layanan Belajar Online - Quipper dan Bahaso Bagikan 1.100 Beasiswa Untuk Negeri

Peduli pada dunia pendidikan dan membuka akses serta kesempatan belajar bagi siswa yang tidak mampu secara ekonomi dan berprestasi dalam…