Krisis Likuiditas, Bakrieland Turun Peringkat Jadi B

Melorotnya kinerja keuangan PT Bakrieland Developmet (ELTY) menjadi pemicu PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk menurunkan peringkat perusahaan dan obligasi I-2008 yang dikeluarkan Bakrieland Development menjadi idB dari sebelumnya idBB.

Analis Pefindo Vonny Widjaja dan Anies Setyaningrum mengatakan, peringkat tersebut masih dalam status creditwacth dengan implikasi negatif. "Penurunan peringkat disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran Pefindo terhadap tekanan likuiditas yang dihadapi oleh perusahaan,”katanya ddalam keterangan persernya di Jakarta, Kamis (4/10).

Walaupun proses reprofiling utang bank sindikasi sehubungan dengan proyek jalan tol telah diselesaikan pada pertengahan Agustus 2012, namun perusahaan masih mengalami tekanan likuditas karena memiliki utang senilai US$ 68,5 juta ke Beleggingsmaatschappij Broem BV yang akan jatuh tempo pada 31 Oktober 2012.

Selain itu, obligasi I-2008 seri B senilai Rp280 miliar akan jatuh tempo pada 11 Maret 2013. Padahal posisi kas perseroan hanya sekitar Rp200 miliar pada akhir Juli 2012. Hingga saat ini, proses restrukturisasi utang masih belum dapat difinalisasi.

Oleh karena itu, Pefindo pun akan memantau perkembangan proses restrukturisasi utang tersebut. "Peringkat perusahaan akan diturunkan lebih lanjut apabila tekanan likuditas tidak dapat diselesaikan dalam waktu dekat," jelas dia.

ELTY adalah perusahaan properti dari Grup Bakrie. Pemegang saham ELTY adalah CGMI 1 Client Safekeeping Account sebesar 11,2% dan publik sebanyak 88,8%. Grup Bakrie sendiri memiliki sekira 30% saham ELTY melalui beberapa nama. (bani)

BERITA TERKAIT

Pasar IPO Tahun Depan Penuh Tantangan - Dihantui Pengetatan Likuiditas

NERACA Jakarta – Mendorong pertumbuhan kapitalisasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengandalkan pertumbuhan jumlah emiten di…

Kadin: Tak Mungkin Terulang Krisis 1998-2008 - PROSPEK PERTUMBUHAN INDUSTRI DAN SEKTOR PERKEBUNAN

Jakarta-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan sikap optimistis krisis ekonomi 1998 dan 2008 atau…

Penjatahan Saham IPO Segera Diatur - Jaga Likuiditas Transaksi

NERACA Jakarta- Bermaksud untuk meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar modal dan juga membuka akses lebih luas kepada investor ritel,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…