Bayar Utang, BUMI Rencanakan Rights Issue - Total Utang Jatuh Tempo Rp 37 Triliun

NERACA

Jakarta–PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) ataupun non-HMETD (preemptive rights). Nantinya, dana hasil rights issue ini akan digunakan perusahaan untuk bayar utang yang jatuh tempo pada 2012-2013 sebesar US$ 474,57 juta.

Direktur Utama BUMI Ari Hudaya mengatakan, pihaknya memang tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan saham baru. Tidak tertutup kemungkinan penerbitan saham baru akan dilakukan dengan cara biasa (dengan HMETD) ataupun tanpa HMETD. “Terakhir kami rights issue adalah 10 tahun yang lalu, namun rencana ini akan melihat kembali kepada kondisi perusahaan,”katanya di Jakarta kemarin.

Baik Ari ataupun Sekretaris Perusahaan BUMI, Dileep Srivastava belum mau menyebutkan target waktunya serta kisaran dana yang ditargetkan dari hasil korporasi tersebut. Meski demikian, Dileep menegaskan bahwa BUMI masih tetap akan bergerak di di industri batubara dan belum berniat menjual semua asetnya untuk membayar utang, “PT Fajar Bumi Sakti (anak usaha BUMI) mungkin akan dijual. Apakah tahun ini atau tahun depan dan nilainya, saya belum dapat berkomentar,” tambah Dileep.

Sebagaimana diketahui, BUMI memiliki utang yang jatuh tempo pada 2012-2013 sebesar US$ 474,57 juta. Pinjaman milik BUMI sendiri mencapai US$ 3,789 miliar. Utang tersebut didapat dari banyak pihak, di antaranya dari UBS AG, Country Forest Limited, Guaranteed Senior Secured Notes, Credit Suisse, Guaranteed Senior Secured Note II, Axis Bank Limited, Deutsche Bank, dan China Development Bank.

Sementara, utang anak usaha BUMI sebanyak US$ 323,41 juta. Utang anak usaha tambang grup Bakrie itu didapat dari Credit Suisse, Nomura PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) dan Bank Mualamat.

Sedangkan total utang BUMI mencapai US$ 4,113 miliar atau setara Rp 37 triliun. Utang ini merupakan milik perseroan dan anak usahanya. Pinjaman milik BUMI sendiri mencapai US$ 3,789 miliar (Rp 34 triliun). Rata-rata utang ini akan jatuh tempo mulai tahun ini hingga 2017 nanti. (bani)

BERITA TERKAIT

Beban Utang Negara

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menegaskan masyarakat tak khawatir terhadap kebijakan pemerintah untuk berutang. Alasannya, utang merupakan responsibility choice dan strategi…

Dilema Utang vs Pajak

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Ketika melihat data keseimbangan primer atau kemampuan pemerintah membayar utang di dalam…

KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8% - Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…