Logistik Cepat Sampai, Korban Bencana Pun Terselamatkan

Sabtu, 06/10/2012

NERACA

DHL adakan pelatihan rutin dan simulasi intensif di Indonesia guna mencetak kesiapan para relawan dan profesional untuk terjun ke lapangan.

Salah satu tugas penting ketika terjadi bencana alam ataupun bencana sosial adalah efektifnya pengelolaan logistik. Ketersediaan logistik ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan para korban bencana.Dalam logistik bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam, keterlambatan dapat menyebabkan korban jiwa yang tidak sedikit, namun apabila dilakukan dengan tepat dan cepat dapat menyelamatkan banyak korban.

Seperti yang diketahui, berbagai macam bencana alam dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Kita tidak pernah tahu kapan gempa, banjir, tsunami, angin topan dan lain-lain akan terjadi dan dimana. Kondisi ini diperparah dengan perlunya kecepatan dalam penyampaian bantuan.

Head of International Relations & Disaster Management Asia Pacific untuk Deutsche Post DHL, Carl Schelfhaut, dalam keterangan persnya mengatakan bahwa, untuk menyalurkan bantuan dengan lebih cepat dan efektif kepada masyarakat yang membutuhkan, persiapan yang baik dan pelatihan darurat logistik yang rutin dalam menangani bantuan besar dari negara lain sangatlah penting.

Bersama Angkatan Darat Indonesia, perusahaan logistik global DHL menggelar simulasi bantuan darurat di Indonesia. Pelatihan yang dilaksanakan di Indonesia ini juga diikuti oleh relawan yang terdiri dari 27 relawan lokal dan 7 relawan dari tim DHL Tanggap Bencana ( DHL Response Team – DHL DRT ) DHL Asia Tenggara dari setiap divisi DHL termasuk DHL Express, DHL Global Forwarding, DHL Global Mail dan DHL Supply Chain.

Sebanyak 7 pelatihan DHL Response Team (DRT) dilakukan di seluruh Asia Pasifik di tahun 2011 guna mempersiapkan lebih dari 250 karyawan DHL untuk penugasan di masa mendatang dan tahun ini mengadakan 3 pelatihan termasuk di Indonesia bagi relawan baru.

Managing Direktur DHL Supply Chain Indonesia dan GoHelp Manager untuk Indonesia, Abdul Rahman Tahir mengatakan, pelatihan rutin dan simulasi intensif seperti yang dilakukan di Indonesia membuat para relawan dan profesional siap terjun ke lapangan.

Dalam pelatihan ini, pelanggan DHL Supply Chain, Unilever, ikut berpartisipasi dalam menyumbangkan produk bagi masyarakat. “Dengan bantuan dari Unilever sebagai salah satu partner utama kami di Indonesia, kami dapat menyediakan tambahan bekal dan supply bagi penerima bantuan di area Gunung Merapi,” kata Abdul Rahman.

Pelatihan dasar bantuan bencana, serta bagaimana bekerja sama dengan PBB dan organisasi bantuan bencana lainnya, mulai dari manajemen pergudangan hingga pengiriman bantuan kepada masyarakat korban bencana, tim DHL Tanggap Bencana menjadikan kasus meletusnya Gunung Merapi tahun 2010 sebagai acuan skenario bencana dalam mengimplementasikan pengetahuan yang telah dimilikinya.

Program DHL GoHelp memberikan kemudahan bagi PBB untuk memperoleh akses cuma-cuma terhadap pengalaman, sumber daya dan jaringan global logistik DHL sebagai bagian dari kemitraan strategis dalam manajemen bencana untuk menyediakan bantuan kemanusiaan yang cepat dan efektif.

Sebagai bagian program GoHelp, DHL juga melaksanakan program kesiapan bencana yang dinamai “Get Airport Ready for Disaster” (GARD) bekerjasama dengan UNDP (UN Development Program). GARD melatih personil bandara dan staf badan manajemen bencana untuk mengatasi tantangan logistik saat terjadinya bencana, dan sesudahnya. Program ini diluncurkan tahun 2009 dan sukses diujicobakan di Indonesia. Program pelatihan ini kemudian dilaksanakan di Nepal, Bangladesh, Turki dan Lebanon dengan pelatihan lanjutan pada akhir tahun di Indonesia.