Ultrasound Genggam Turunkan Mortalitas Ibu

Sabtu, 06/10/2012

NERACA

Di tengah kekurangan terhadap fasilitas alat kesehatan di Indonesia, kini sebuah perangkat ultrasound genggam berukuran mini yang diadaptasi secara lokal, dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dalam Bahasa Indonesia, untuk dapat digunakan oleh para dokter di Indonesia.

Teknologi ultrasound ini memungkinkan para dokter untuk melakukan pemeriksaan non-infasif atau tanpa tindakan pembedahan ke dalam tubuh, guna mendapatkan visualisasi atas apa yang mereka dengar atau rasakan.

Dengan informasi yang lebih lengkap di tahap awal ini, para dokter kemudian mampu menentukan tindakan optimal apa yang dapat dilakukan serta dapat memberikan perawatan yang cepat, efisien dan tepat sesuai kebutuhan pasien.

Meski teknologi ultrasound memberi begitu banyak manfaat, dalam kenyataannya hanya kurang dari 2% dokter di seluruh nusantara yang dilengkapi dengan teknologi ini dalam praktik mereka sehari-hari. Melalui riset yang dilakukan oleh GE Healthcare di Indonesia pada tahun 2012, pasien yang memerlukan layanan pemeriksaan tubuh dengan ultrasound mencapai 25% dari seluruh total jumlah pasien setiap bulannya.

GE Vice-Chairman, John Rice mengatakan, “Hari ini merupakan satu langkah maju bagi GE di ASEAN, dimana kami meluncurkan apa yang disebut sebagai produk imajinatif terobosan GE world yang diproduksi khusus untuk pasar Indonesia."

"Keberhasilan ini merupakan cerita yang luar biasa, yakni bagaimana kami menggunakan inovasi secara terbalik, bekerja mundur dengan berangkat dari kebutuhan konsumen di pasar berkembang, menggunakan sumber daya kami mengerahkan para ahli di tingkat global maupun lokal untuk menciptakan sebuah solusi kesehatan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” tuturnya.

Kami menyadari bahwa para dokter membutuhkan sebuah teknologi ultrasound antara lain untuk aplikasi obstetri-ginekologi, abdominal dan gastroenterology, demikian ujar David Utama, CEO and President, GE Healthcare ASEAN.

“Melalui kemampuannya melakukan identifikasi sedini mungkin terhadap kehamilan yang berisiko, para dokter umum yang menggunakan Vscan dapat memberikan satu lagi kontribusi terhadap kemajuan sistem rujukan kesehatan untuk menyelamatkan lebih banyak ibu dan bayi baru lahir di Indonesia,” tuturnya.

Upaya untuk menurunkan mortalitas (angka kematian) Ibu masih merupakan tantangan di Indonesia, di mana Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan angka tertinggi di Asia Pasifik. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada 2010, angka kematian Ibu di Indonesia adalah 220 kasus kematian dari setiap 100.000 kelahiran hidup.

Hal ini tampak masih jauh jika dibandingkan dengan angka ideal kasus kematian Ibu berdasarkan statistik World Health Organization (WHO) yaitu 10 kematian Ibu dalam setiap 100.000 kelahiran hidup.

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals (MDGs) Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek Sp.M (K) mengatakan, menyambut dengan sangat baik dan berbahagia menyaksikan semakin tingginya komitmen sektor swasta di Indonesia yang bekerja melalui kolaborasi yang erat dengan setiap pemangku kepentingan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan yang masih ada di Indonesia.

Indonesia membutuhkan teknologi mutakhir untuk mendukung pelayanan kesehatan primer di Puskesmas, maupun di titik-titik layanan kesehatan lainnya di seluruh nusantara agar dapat membantu dokter mengidentifikasi penyakit sedini mungkin dan merekomendasikan tindakan yang tepat bagi pasien. Kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik tentunya akan mendorong kesejahteraan masyarakat yang lebih baik secara keseluruhan.

Melalui solusi Vscan, GE Healthcare juga membuka kesempatan bagi para dokter untuk kini mempunyai dan mengoperasikan alat ultrasound milik mereka sendiri ini. Vscan memungkinkan para penyedia layanan kesehatan di seluruh dunia untuk menciptakan diferensiasi bagi diri mereka sendiri dan membantu meningkatkan hasil pemeriksaan pasien. Pasca peluncuran produk ini, GE Healthcare akan melakukan demonstrasi langsung bagi para penyedia layanan kesehatan di kota-kota besar di Indonesia, agar mereka memiliki pemahaman yang lebih baik akan perangkat ultrasound ukuran-saku ini.