Perluasan Pabrik Kawasaki Telan Dana Rp600 Miliar

Selasa, 25/09/2012

NERACA

Jakarta - PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) bakal memperluas pabrik sepeda motornya di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, dengan merogoh investasi Rp600 miliar. Ekspansi ini dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan produk Kawasaki.

Presiden Direktur PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Yoshihiro Tanigawa menyebutkan dengan perluasan pabrik itu, pihaknya mampu memproduksi secara keseluruhan jenis produk sepeda motor Kawasaki sebanyak 140.000 unit per tahun dari sebelumnya hanya 100.000 unit.

Menurut dia, dengan demikian bisa saja Indonesia bakal menjadi basis produksi Kawasaki atau di Thailand hanya memproduksi sepeda motor dengan tipe dan jenis tertentu, sedangkan di Indonesia sebaliknya yakni memproduksi tipe sepeda motor Kawasaki lainnya.

"Semua itu sedang dikaji kemungkinannya, tapi yang jelas sepeda motor Kawasaki yang diproduksi di Indonesia tidak saja untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, tapi juga untuk keperluan ekspor," kata dia dalam keterangan persnya, Senin.

Selain itu, sebagai bukti tingginya permintaan Kawasaki di Indonesia, kata Manager Marketing & Promosi PT KMI Freddyanto Basuki, adalah order terhadap Kawasaki Ninja 250 ABS Anti Selip yang baru diluncurkan Sabtu (23/9) mencapai sekitar 2.500 unit berdasarkan Surat Permintaan Order (SPO). "Dari jumlah pemesanan ini, sekitar 65 persen berasal dari pemesanan Ninja 250 `injection` atau standar, sementara sisanya untuk jenis 250 ABS," tandasnya.

Dia juga menyebut, jangka waktu inden untuk jenis Ninja 250 Injection dan 250 ABS memakan waktu dua bulanan. Kawasaki Ninja 250 ABS anti selip ini menggunakan teknologi pengereman yang diadopsi dari Ninja ZX 1400 F dan mampu memberikan pengereman pada roda secara bertahap sehingga motor tidak akan terselip meski melaju di jalan berpasir.

Sebelumnya Manajer Marketing KMI Freddyanto Basuki, dalam siaran persnya, mengatakan, penjualan produk Kawasaki tidak terpengaruh oleh kebijakan kenaikan uang muka kredit (down payment/DP) kendaraan bermotor menjadi 30% sejak pertengahan Juni 2012. "Hal itu karena hingga saat ini sebagian besar konsumen Kawasaki, terutama jenis `sport`, membeli secara tunai dan hanya 45% secara kredit," katanya.

Di samping itu, kata Fredd, uang muka kredit yang ditetapkan oleh Kawasaki memang sudah berkisar antara 25 – 30%. Jadi, menurutnya, kebijakan penaikan DP ini sama sekali tidak berpengaruh pada penjualan produk Kawasaki. Apalagi, segmen yang diincar adalah pasar menengah ke atas. Selama paruh pertama tahun ini, Kawasaki mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 30,66% dari 46.696 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 61.015 unit.

Hingga ini pasar Kawasaki di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Menurut dia, prinsipal masih mempelajari untuk pembangunan pabrik perakitan di dalam negeri. Menurut Freddy kendala yang dihadapi, lanjutnya, adalah kualitas vendor lokal yang masih belum memenuhi standar yang ditetapkan prinsipal. Dia mengungkapkan saat ini semua produk Kawasaki yang dijual di Indonesia masih diimpor dari Thailand.

Karena itu, dengan diluncurkannya produk terbaru All New Ninja 250 pada saat itu, Kawasaki optimistis target penjualan 1.800 unit/bulan hingga akhir tahun dapat tercapai. Menurut Freddy motor barunya itu merupakan hasil penelitian tentang kebutuhan konsumen Indonesia saat ini dan disainnya berbeda dengan produk sebelumnya. Produk ini tersedia dalam dua jenis,yaitu versi original dan ABS.

Lebih jauh Freddy mengatakan, versi original memiliki 4 warna yaitu "lime green", "ebony", "pearl stardust white dan passion red". Sementara itu, versi ABS tersedia dalam dua warna yaitu "lime green-ebony" dan "passion red-stardust white". KMI memasang harga Rp49,9 juta untuk versi original yang dapat diperoleh sejak Agustus ini. Sementara itu, versi ABS dijual sedikit lebih mahal yaitu Rp56,9 juta yang akan mulai dikirim pada Oktober.