Ekonomi Domestik Jadi Kekuatan Pembangunan

NERACA

Jakarta—Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas/PPN) mengatakan perekonomian domestik perlu ditingkatkan karena akan menjadi modal utama untuk menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas. "Peningkatan perekonomian domestik perlu dilakukan agar peningkatan kesejahteraan rakyat, terutama pengentasan kemiskinan dan penurunan pengangguran dapat dipercepat, artinya kita bisa menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana di Jakarta,24/9

Lebih jauh Armida menambahkan langkah-langkah konkrit untuk peningkatan dan penguatan perekonomian domestik perlu segera diwujudkan. “Dalam kaitan ini, tentunya sinergi pembangunan antara pusat dan daerah merupakan hal penting yang harus dilakukan,” terangnya.

Dikatakan Armida, kondisi ekonomi Indonesia yang masih terjaga dengan baik, tentunya jangan sampai membuat semua terlena. Keberhasilan pembangunan nasional merupakan agregasi keberhasilan pembangunan daerah.

Oleh karena itu, lanjut Armida, sinergi kebijakan melalui forum komunikasi, koordinasi dan konsultasi antara pusat dan daerah harus terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjaga momentum pembangunan.

Menurut Armida, kondisi ekonomi global saat ini masih diliputi dengan risiko, tapi dalam Semester I-2012, kondisi ekonomi Indonesia masih tetap terjaga pada level di atas enam persen karena adanya dukungan perekonomian domestik. "Sumber pertumbuhan utama adalah konsumsi masyarakat yang masih terjaga dengan baik dan investasi yang meningkat cukup tinggi, ini semua adalah erat kaitannya dengan ekonomi domestik," imbuhnya

Armida menengaskan, untuk menjaga dan memperkuat perekonomian domestik, pemerintah memiliki beberapa peran yang dianggap penting, yaitu menjamin regulasi, debottlenecking kendala-kendala pengembangan, mendukung pengembangan unggulan daerah.

Selain itu, sambung Guru Besar FE Unpad ini, pemerintah juga berperan sebagai katalisator berkembangnya keunggulan daerah. "Semua peran itu perlu dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah, karenanya sinergi dan integrasi pembangunan pusat dan daerah menjadi modal bagi kita untuk memperkuat perekonomian domestik bagi peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat," imbuhnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Reformasi Ekonomi dan Manajemen Risiko

  Oleh: Achmad Deni Daruri, President Director Center for Banking Crisis   Reformasi perekonomian yang dilakukan oleh Abenomics justru berupaya…

Kebijakan “Pre-Emptive” Redam Gejolak Pasar - BANK DUNIA TURUNKAN PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI 2018

Jakarta-Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, kebijakan pre-emptive (menyerang) dengan menaikkan tingkat suku bunga mendahului The Fed ternyata cukup efektif dalam…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Jadi Temuan BPK Bila Pemda Tak Cairkan THR

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) yang tidak menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) maupun…

PPATK Keluarkan Surat Edaran Tentang Gratifikasi

      NERACA   Jakarta - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengeluarkan Surat…

Produksi Avtur Kilang Cilacap Meningkat

  NERACA   Jakarta - Produksi avtur atau bahan bakar pesawat terbang dari kilang Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa…