Mobil Ramah Lingkungan Jadi Tren Baru Sektor Otomotif - IIMS 2012

NERACA

Jakarta - Pameran industri otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 dirajai penampilan mobil ramah lingkungan. Setiap pabrikan menampilkan minimal satu mobil konsep yang diklaim layak menyandang status green car. Seiring dengan pelaksanaan program pemerintah untuk memproduksi mobil murah ramah lingkungan, mobil jenis ini diprediksi jadi tren baru di masa depan.

Pada sesi khusus pers dan tamu VIP, Kamis (20/9), mobil ramah lingkungan andalan Astra Internasional Toyota Agya dan Daihatsu Ayla langsung dipamerkan di di Hall A. Beberapa green car seperti Mitshubisi Mirage atau Peugeot New 208 mendapat perhatian pengunjung. Pabrikan yang baru memperkenalkan diri di pasar tanah air seperti Tata Motors dari India juga turut memamerkan Tata Nano yang menyandang gelar mobil termurah sedunia.

Pameran otomotif terbesar ini diselenggarakan untuk ke-20 kalinya. Tema yang diusung panitia dari PT Dyandra Promosindo adalah eco-mobility. Tidak heran seluruh industri membawa mobil unggulan green car. Tahun lalu, paling tidak 256 perusahaan otomotif terlibat. Pada penyelenggaraan 2012 kali ini, ada 310 peserta, dengan 25 produsen mobil penumpang, 10 pabrikan mobil berat dan komersial, serta ratusan perusahaan pendukung seperti sound system mobil, pabrikan ban, rem, sampai pembersih kaca turut memamerkan produk mereka di ajang ini.

Dyandra menargetkan peningkatan jumlah pengunjung. Tahun sebelumnya tercatat ada 322.825 pengunjung. Tahun ini panitia memperkirakan ada 350 ribu orang menyaksikan pameran ini. Namun besarnya subsidi yang harus dipikul negara karena konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang boros pada saat cadangan minyak Indonesia makin terbatas mendorong pemerintah memikirkan berbagai solusi, salah satunya mengembangkan mobil ramah lingkungan. Tampaknya pemerintah serius menggarap program ini, terbukti beberapa kali Presiden memimpin sendiri rapat membahas pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Pengembangan Industri

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wapres Boediono, kembali menggelar rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden dengan agenda tunggal membahas tindakan dan upaya pemerintah untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya SBY sudah meninjau langsung dan menyaksikan demonstrasi green car hasil karya anak bangsa.

Dalam pengantar rapat Presiden menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan kendaraan ramah lingkungan demi menghemat penggunaan BBM. "Dengan hematnya penggunaan BBM maka kita tidak dibebani penggunaan subsidi yang berlebih, yang barangkali justru tidak tepat sasaran. Dengan demikian fiskal kita akan terjaga," jelasnya.

Dari laporan Menteri ESDM Jero Wacik, angka penggunaan BBM bersubsidi tetap tinggi. Beberapa waktu lalu pemerintah dengan DPR telah menetapkan penambahan kuota BBM yang realistik. "Kita tahu konsekuensi dari tidaknya naiknya harga BBM, tapi publik cenderung masih menggunakan BBM dalam jumlah yang besar," kata SBY.

Selain menghemat subsidi BBM, penggunaan mobil hijau juga untuk menekan polusi dari gas buang kendaraan bermotor. Percepatan produksi kendaraan ramah lingkungan dilakukan dan dilanjutkan pada periode sesudahnya. "Tetapi saya kira niat ini mesti mendapatkan dukungan publik karena kepentingannya," sambungnya.

Presiden memaparkan, dalam pertemuan APEC di Wladiwostok, Rusia, beberapa hari lalu dirinya juga telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan untuk turut serta dalam pengambangan kendaraan listrik. "Respon Presiden Lee Myung-bak positif. Oleh karena itu secara nasional kita mobilisasi semua potensi yang ada," tandasnya.

BERITA TERKAIT

Sektor Riil - Kinerja Sektor Manufaktur ‘Tancap Gas’ pada Triwulan I-2019

NERACA Jakarta – Sektor industri manufaktur sepanjang triwulan I tahun 2019 menunjukkan kinerja positif. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Prompt…

PENYEBAB INDONESIA TERJEBAK PERTUMBUHAN EKONOMI 5% - Sektor Industri Manufaktur Belum Optimal

Jakarta-Lembaga penelitian CORE menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun masih terjebak di kisaran 5%. Ini terjadi karena sebagian…

Curug Ngebul Jadi Primadona Baru di Cianjur

Objek wisata alam di Indonesia seakan tidak ada habisnya 'ditemukan', entah itu dari kawasan pesisir atau pegunungan.Salah satu objek wisata…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

AMMDes Pacu Produktivitas, Siap Rambah Ekspor

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

KKP Permudah Pelayanan Perijinan Pakan dan Obat Ikan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) percepat pelayanan perijinan pakan dan obat ikan. Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan…

INDI 4.0 Untuk Ukur Kesiapan Sektor Manufaktur

NERACA Jakarta – Memasuki satu tahun implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah telah melaksanakan beberapa agenda yang tertuang dalam…