Pemprov Sumsel Panggil Pertamina

NERACA

Kelangkaan BBM di Sumsel juga terjadi sejak Mei lalu. Sehingga banyak warga yang menyampaikan pengaduan soal kelangkaan BBM itu. Banyaknya keluhan masyarakat terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Provinsi Sumsel itu, disikapi serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Pada Rabu (9/5) lalu Pemprov Sumsel memanggil jajaran Pertamina.

Asisten II Setda Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Eddy Hermanto mengatakan, dirinya sudah menindaklanjuti informasi kelangkaan BBM di sejumlah daerah di Sumsel dengan melakukan pemantauan langsung.

Untuk mengetahui dan mencari solusi dari kelangkaan BBM ini, pihaknya bertemu dengan jajaran Pertamina, BP Migas, pejabat kabupaten/kota, dan instansi terkait lain.

“Kita minta penjelasan apa sebab terjadi kelangkaan BBM di beberapa daerah di Sumsel. Apakah minyaknya yang kurang atau karena masyarakat beli lebih dari biasanya,” ujar Eddy saat ditemui, Kamis (3/5).

Menurut Eddy, Pemprov Sumsel sudah menyiapkan surat undangan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di masing-masing kabupaten/kota untuk mendata alokasi BBM di daerah masing-masing. Pendataan itu untuk mengetahui secara pasti apakah distribusi sesuai kuota atau tidak.

”Dengan data yang masuk, maka informasi dari daerah ini kita pertanyakan kepada Pertamina. Kenapa bisa terjadi begini,” ujarnya.

Menurut Eddy, sejauh ini Pemprov Sumsel belum bisa mengambil langkah lebih lanjut untuk menuntaskan persoalan kelangkaan BBM. Sebab, pihaknya belum mengetahui secara pasti indikasi penyebab kelangkaan BBM tersebut.

”Karena itu, kami dengarkan dulu apa penjelasan dari pihak Pertamina. Kalau sudah tahu, kita tuntut agar bagaimana ke depan tidak terulang lagi,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kelangkaan BBM bersubsidi terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota di Sumsel. Ketika itu, kelangkaan ini terjadi sejak beberapa hari sebelumnya. Seperti misalnya di Kota Palembang, lantaran banyak SPBU kehabisan BBM, terjadi antrean panjang kendaraan.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Manajer Pertamina Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel, Robert MV, mengatakan, pihaknya hanya memasok BBM sesuai kuota yang dimiliki setiap daerah.

Kebijakan tersebut dilakukan agar kuota BBM bersubsidi tetap dapat disalurkan hingga akhir tahun. Sebab, realisasi BBM bersubsidi pada April lalu melebihi kuota cukup banyak. Premium dari kuota April yang hanya 53.152kl, namun yang tersalurkan mencapai 69.420kl atau 131 persen. Sedangkan solar, dari kuota 44.864kl, tersalur 47.090kl atau 105 persen.

”Kalau tidak diambil kebijakan pembatasan ini, kuota yang ada tidak akan mencukupi kebutuhan hingga Desember nanti. Kelebihan tiap bulan akan mengambil kuota bulan berikutnya,” ujar Robert.

Mengenai adanya anggapan SPBU ada pengurangan dari Pertamina, Robert menegaskan, Pertamina tidak pernah mengurangi distribusi BBM ke SPBU. Namun yang terjadi saat ini adalah kuota yang ditetapkan pemerintah pusat ke daerah yang berkurang, dan Pertamina tidak bisa menyalurkan BBM bersubsidi di atas kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.

”Salah besar kalau ada isu kita mengurangi distribusi BBM ke SPBU. Untuk Sumsel kuotanya memang berkurang. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang cukup baik mengakibatkan jumlah pemilik kendaraan bertambah, itu juga mengakibatkan konsumsi BBM meningkat,” bebernya.

Robert menuturkan, kelangkaan BBM di SPBU juga bisa dikarenakan faktor lain, misal adanya pengerit dan pengecer. Biasanya, para pengerit memangsa dan merugikan masyarakat banyak. Pasalnya, dalam sehari mereka bisa membeli premium dalam jumlah ribuan liter dengan cara memodifikasi tangki minyak kendaraannya.

”Tapi, kami tidak bisa menindak kecurangan itu, karena yang bertanggung jawab menindak pelaku adalah polisi. Pertamina hanya menyalurkan saja,” tuturnya.

(agus/dbs)

BERITA TERKAIT

Penggabungan PGN Ke Pertamina - Oleh : Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi Center for budget Analysis (CBA)

Hingga september 2017 total aset Perusahaan Gas Negara (PGN) mencapai USD6.307.676.412 atau setara Rp83.892.096.279.600 (Kurs Rupiah Rp 13.300). Bahkan PGN…

Kejagung Usut Usulan Investasi Pertamina di Australia

Kejagung Usut Usulan Investasi Pertamina di Australia  NERACA Jakarta - Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) mengusut…

PHE Serahkan Pengelolaan Sukowati ke Pertamina EP

    NERACA   Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak…

BERITA LAINNYA DI

Honda Ungkap Sedan Amaze Generasi Kedua di India

Honda memperkenalkan generasi kedua All New Honda Amaze yang dirancang di atas platform sedan premium dengan dua pilihan mesin, berbahan…

Struktur Baru Pajak Otomotif Paling Cepat Tuntas Triwulan I

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengharapkan struktur pajak baru bagi industri otomotif untuk mendorong produksi kendaraan jenis sedan dapat selesai paling…

China Diprediksi Akan Lewati AS Sebagai Pasar Otomotif Terbesar

China diproyeksikan akan melewati Amerika Serikat (AS) sebagai pasar otomotif terbesar dunia pada 2022, menurut Chief Executive Officer Nissan Motor…