Penambahan Kuota BBM Tak Tepat

NERACA

Jakarta--Rencana pemerintah menambah kuota bahan bakar minyak bersubsidi sebesar empat juta kiloliter, sebagai langkah tidak tepat, sebab masih ada persoalan yang harusnya bisa dibenahi terlebih dulu. "Kondisi saat ini sudah negatif, di mana subsidi pemerintah sudah terlalu tinggi sehingga menyebabkan APBN kita jebol dengan tidak bertanggung jawab. Pemerintah seharusnya membenahi terlebih dulu masalah-masalah yang saat ini terjadi baik di hulu maupun hilir," kata Pengamat ekonomi Indef, Didik Junaidi Rachbini di Jakarta,10/9

Masalah yang terjadi menurut Didik, salah satunya distribusi dan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang tidak tepat sasaran. "Ada BBM bersubsidi yang diselundupkan, belum lagi pemakaian BBM bersubsidi yang boros serta pemakaian oleh pihak-pihak yang tidak seharusnya. Masalah-masalah itu dulu yang harusnya bisa dibenahi, bukan justru menambah kuota BBM bersubsidi," tambahnya

Sebelumnya Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini mengatakan pemerintah mengajukan tambahan kuota BBM bersubsidi sebesar empat juta kiloliter ke DPR RI.

Menurut Rudi dengan tambahan empat juta kiloliter maka total kuota BBM bersubsidi yang akan diajukan pemerintah mencapai 44 juta kiloliter. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan memprediksikan rencana penambahan empat juta kiloliter BBM bersubsidi akan menambah beban fiskal sebesar Rp12 triliun dengan asumsi satu kiloliter BBM bersubsidi seharga Rp3 triliun.

BKF menyatakan bahwa pemerintah telah memprediksi permintaan penambahan kuota dan menghitung perkiraan penambahan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari segi kurs, harga minyak (Indonesian Crude Price/ICP) dan volume BBM bersubsidi. **cahyo

BERITA TERKAIT

Sektor Otomotif - Realisasi Kendaraan Listrik Hemat Rp798 Triliun dari Impor BBM

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan regulasi terkait penggunaan kendaraan motor listrik yang dapat menghemat sekitar Rp798 triliun dari impor…

Sempat Diprotes, Jualan Online Tak Wajib Miliki NPWP

  NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa para pedagang maupun penyedia jasa "e-commerce" yang berjualan melalui platform…

Proyek KPBU Tak Terganggu Tahun Politik

  NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai dengan skema…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…