Pemerintah Siapkan Dana Kekeringan Rp1,4 triliun

NERACA

Jakarta – Pemerintah mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk mengantipasi terganggunya ketahanan pangan akibat kekeringan. Dana itu untuk persawahan yang terganggu akibat kekeringan. ““Pemerintah menganggarkan Rp1,4 triliun untuk mengantisipasi kekeringan. Dana ini bisa digunakan untuk pengairan supaya para petani bisa menanam kembali,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa

Hatta menjelaskan berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau yang akan melanda Indonesia bisa lebih panjang satu bulan. Namun hingga saat ini, musim kemarau yang panjang belum mengganggu produksi beras serta harga bahan-bahan pokok yang cenderung masih stabil. “Produksi beras kita masih terbilang cukup stabil,” ucap Hatta.

Selain itu, lanjut dia, Pemerintah juga telah mengantisipasi terganggunya ketahanan pangan dengan memanfaatkan Badan Urusan Logistik (Bulog). “Hingga bulan ini, Bulog telah membeli beras petani hingga 2,9 juta ton,” jelasnya.

Cara pemerintah mengantisipasi kemarau yang panjang tidak hanya membuat saluran-saluran irigasi agar sawah-sawah bisa tetap memproduksi, namun pemerintah juga berniat untuk membuat hujan buatan yang dilakukan pada Oktober 2012. “Dibutuhkan dana sekitar Rp1,7 miliar untuk membuat sekali hujan buatan,” ungkap Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, Muhammad Hasan di Jakarta

Dikatakan Hatta, nantinya curah hujan yang diturunkan dalam hujan buatan tersebut mencapai 200 meter kubik per detik. Hujan ini bertujuan untuk mengisi waduk-waduk yang mulai mengalami simpangan minus volume air. “Kami akan terus berikhtiar untuk menanggulangi masalah kekeringan ini,” ujar Hasan.

Saat ini, setidaknya ada sekitar 13,9 ribu hektar di Jawa Timur yang mengalami kekeringan. Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur Achmad Nurfalakhi mengatakan dampak kekeringan ini berakibat tanaman sawah menjadi gagal panen. “Hampir 13,9 ribu hektar sawah di Jawa Timur mengalami kekeringan yang berakibat gagal panen,” katanya.

Dinas Pertanian Jawa Timur mencatat, kekeringan paling luas terjadi di Kabupaten Bojonegoro seluas 5.410 hektare, Lamongan 2.102 hektare, Tulungagung seluas 2.102 hektare, Trenggalek 1.470 hektare dan Ngawi 948 hektare.

Gagal panen yang dialami petani, menurut Achmad, terbagi dalam berbagai kriteria. Seluas 2.977,49 hektare padi mengalami gagal panen 100% dan 1.961 hektare gagal panen 75%. Selain itu, seluas 3.429 hektare mengalami kekeringan sedang (gagal panen 50%) dan seluas 5.588 hektare mengalami kekeringan ringan (gagal panen 25%). Agar gagal panen tidak meluas, dia melanjutkan, Dinas Pertanian menyebarkan 50 unit pompa air untuk petani yang mengalami kekeringan itu. “Pompa ini kami pinjamkan untuk menyedot sawah-sawah yang masih ada airnya,” imbuhnya. **bari

BERITA TERKAIT

Bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan - Indah Kiat Salurkan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

Masih dalam rangka peduli kemanusiaan terhadap korban musibah tsunami di Selat Sunda akhir tahun 2018 kemarin, industri Asia Pulp &…

Gandeng Tiga Bank Syariah - Pertamina Siapkan Payroll Bagi Karyawan

NERACA Jakarta- PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran personal karyawan…

Kementerian BUMN Siapkan Langkah Bikin Sehat Jiwasraya

    NERACA   Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan pemerintah memiliki solusi dalam menyehatkan kondisi PT Asuransi Jiwasraya…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Tekankan Peningkatan Kesejahteraan Pasca Inhil Jadi Kluster Kelapa di Indonesia

  NERACA   Indragiri Hilir - Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan turunan kelapa yang ada di Kabupaten Inhil, Bupati HM…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…