DPR “Hamburkan” Rp12 M Pajak Rakyat

DPR “Hamburkan” Rp12 M Pajak Rakyat

Jakarta—Kritik terhadap perilaku anggota DPR tak pernah habis. Bahkan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menengarai dalam tempo satu bulan DPR telah menghambur-hamburkan pajak rakyat sebesar Rp12 miliar.“Cuma tempo satu bulan, anggota DPR menghabiskan pajak publik sebesar Rp.12 miliar. Padahal publik membayar pajak kepada negara, harus mengumpulkan dana dulu selama satu tahun, baru bisa membayar pajak kepada negara,” kata Koodinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi dalam rilis yang diterima Neraca,17/4

Uchok mengaku kecewa. Karena anggota dewan “seenaknya” menghambur-hambur pajak rakyat dalam hitungan bulan saja. Padahal anggaran Rp.12 milyar, berdasarkan hitungan kasar mampu menyelamatkan 276 anak tak mampu sekolah mendapatkan beasiswa dari SD sampai ke Perguruan Tinggi. “Alokasi anggaran sebesar Rp.12 milyar dibagi pagu beasiswa sebesar Rp. 46 juta peranak,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Uchok, Fitra mendesak agar anggota DPR menghentikan kegiatan plesiran ke luar negeri dengan bungkus studi banding. “Kalau tidak menghentikan, berarti DPR bukan lembaga perwakilan rakyat.. Tapi lembaga “perusahaan” dimana anggotanya hanya mencari keuntungan semata demi memperkaya pribadi-pribadi,” paparnya.

Berdasarkan catatan Fitra, kata Uchok lagi, bukan hanya komisi I DPR saja plesiran ke luar negeri. Tetapi, ada juga komisi lain yang melakukan kunjungan plesirian ke luar negeri. “Misalnya komisi VIII, komisi X, dan BURT (Badan Urusan Rumah Tangga) DPR. Dalam hitungan bulan ke depan, keempat alat perlengkapan DPR ini melakukan kunjungan Plesiran ke Luar negeri sebanyak 11 kunjungan dengan lokasi 8 negara,” jelasnya.

Berikut catatan Fitra atas 11 kunjungan anggota DPR ke 8 negara ini, yaitu: kunjungan komisi I mengunjungi lima negara dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp.5,7 milyar. Negara yang jadi plesiran antara lain, Prancis, Spanyol, Turki, Rusia dan Amerika Serikat. Kemudian, kunjungan plesiran komisi X akan berangkat ke Spanyol dan China, pada tanggal, 24 – 30 april; kunjungan plesiran komisi VIII akan berangkat ke China dan Australia pada tanggal 17 – 24 Mei; dan kunjungan plesiran BURT akan berangkat ke Inggris dan AS pada tanggal 1 – 7 Mei.

Lebih jauh kata Uchok, dari 8 negara ini, negara yang paling disukai anggota DPR adalah mengunjungi AS sebanyak 2 kali, lalu Spanyol sebanyak 2 kali. Padahal, alokasi anggaran yang paling boros adalah anggaran ke AS, dan Spanyol. Dimana dua kali berangkat ke AS, akan menghambur-hambur anggaran sebesar Rp.3.3 miliar. Selanjutnya untuk dua kali berangkat ke spanyol akan menghabiskan anggaran sebesar Rp2,5 miliar. sedangkan untuk berangkat dua kali ke China akan menghabiskan anggaran sebesar Rp.1, 2 miliar.

Selain itu, Uchok menambahkan rencana keberangkatan anggota DPR ke Cina dan Australia dalam rangka RUU Fakir Miskin diperkirakan menghabiskan anggaran Rp1,.4 miliar. Padahal dua negara ini termasuk kategori negara kaya, bukan negara miskin.

Sedangkan komisi X DPR yang akan berangkat ke Spanyol dan China dengan tujuan melihat fasiltas olahraga, belajar Perpustakaan, belajar pendidikan, dan belajar wisata diperkirakan menghabiskan dana Rp1,8 miliar. Padahal untuk studi banding masalag tersebut tak perlu mengunjungi Spanyol dan China. Bahkan Komisi X bisa mengakses situs internet terkait issu perpustakaan, dan isu-isu lain. **cahyo

Related posts