Wakapolri:Tindak Tegas pengendara motor Meresahkan

Sabtu, 08/09/2012

Sebagai Ketua Umum IMI (Ikatan Motor Indonesia) dan HDCI (Harley-Davidson Club Indonesia) Wakapolri (Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia), Komisaris Jenderal Nanan Soekarna sangat konsen akan perilaku para pengendara motor di jalan raya yang mengganggu ataupun meresahkan pengguna jalan raya lainnya.

Nanan sendiri berharap agar para pengguna jalan raya yang terganggu akan perilaku pengguna motor tersebut agar segera melaporkannya ke pihak komunitas atau pihak kepolisian terkait. Karena menurutnya hal ini sangat membahayakan para pengguna jalan lainnya. “Kalau memang ada laporan pasti akan kami tindak tegas secara hukum,” tegas Nanan

“Misalkan saja ada salah satu atau beberapa pengendara komunitas yang sedang konvoi, lalu dia atau mereka memalangkan sepeda motornya di persimpangan jalan dan memukul pengendara lain yang coba menerobos. Masyarakat bisa langsung melaporkannya agar tidak dilakukan lagi,” ungkap Nanan.

“Kami mengalami kesulitan untuk menertibkan oknum-oknum seperti itu. Karena setelah dilaporkan, ternyata mereka bukan anggota komunitas tersebut. Mereka bisa mengaku-aku sebagai salah satu komunitas tertentu dan memakai atribut komunitas,” imbuhnya.

Sementara itu, adanya ‘jarak’ antara komunitas sepeda motor gede (moge) dengan sepeda motor kecil dapat diredam dengan penyelenggaraan program road city safety riding, untuk saling memahami keselamatan dan kenyamanan berkendara sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama biker. “Komunitas moge yang memiliki kelebihan dari sisi keuangan, bisa mendanai program kebersamaan ini,” saran Nanan.