Kepedulian Perusahaan dalam Sektor Pendidikan

NERACA

CSR dari perusahaan besar sebaiknya lebih diarahkan untuk pendanaan pendidikan bagi masyarakat.

Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Namun apa jadinya bila pembangunan di Indonesia jika tidak dibarengi dengan pembangunan di bidang pendidikan?

Jika hal tersebut terjadi, lambat laun akan datang hari di mana negara dan bangsa ini hancur. Oleh karena itu, pendidikan harus dijadikan salah satu prioritas dalam pembangunan negeri.

Mengenai masalah pendidikan, perhatian pemerintah masih terkesan sangat minim. Gambaran ini tecermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kendala yang paling dikeluhkan oleh masyarakat adalah biaya pendidikan yang mahal.

”Pendidikan bermutu itu mahal”. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah.

Melihat hal tersebut Tanoto Foundation mencoba memfokuskan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR)-nya pada sektor pendidikan dan pemberdayaan.

Dengan cara mengembangkan dan menerapkan program-program CSR yang inovatif, Tanoto Foundation, membangun kapasitas dan memberdyakan penerima manfaat, bekerja bersama mitra dan mendukung program-program yang dilaksanakan mitra, serta mendokumentasikan dan berbagi praktik terbaik kepada masyarakat.

Head of Tanoto Foundation, Sihol Aritonang mengatakan, pada sektor pendidikan, Tanoto Foundation memiliki program-program terpadu, seperti Beasiswa Tanoto Foundation untuk mahasiswa berprestasi yang kurang mampu untuk bisa kuliah di perguruan tinggi berkualitas.

Program pendidikan lainnya, sambung dia adalah “Peningkatan Kualitas Pendidikan” yang disingkat dengan PELITA. Dipaparkannya, PELITA adalah program pengembangan sekolah yang terfokus pada pemberdayaan guru dan institusi pendidikan, dan perbaikan lingkungan fisik serta intelektual sekolah.

Dalam program beasiswa Regional Champion Scholarship yang digelarnya beberapa waktu lalu, yayasan milik Sukanto Tanoto ini spesial memberikan beasiswa penuh bagi para juara kelas di daerah Riau, Jambi, dan Medan.

Yayasan ini sampai dengan Juni 2012 lalu, telah memberikan beasiswa kepada 27 siswa penerima beasiswa.

Adapun tahun ini, proses Regional Champhion Scholarship sedang dalam tahap seleksi final, yaitu untuk menjaring 40 nama putra putri daerah berprestasi di tingkat SMA yang berada di area operasi grup Tanoto ini.

Peraih beasiswa juga akan disalurkan bekerja di salah satu perusahaan Tanoto Group seperti diketahui perusahaan ini memiliki usaha di beberapa negara, di antaranya kebun kelapa sawit, PT Riau Andalan Pulp and Paper yaitu produsen andalan kertas Paper One, ekspor pulp, serta minyak and gas.

Karenanya beasiswa untuk jenjang sarjana (S1) ini akan mengutamakan siswa yang berminat belajar di tujuh PTN yang menjadi mitra program ini yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Jambi (Unja), Universitas Riau (Unri), dan Universitas Sumatera Utara (USU).

Adapun jurusannya seperti Kehutanan, Pertanian, Ilmu gizi, Ekonomi, Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan lain-lain yang nantinya diperuntukkan bekerja di perusahaan grup Tanoto.

Selain program beasiswa S1, untuk program pascasarjana juga merencanakan akan dibuka pada Desember 2012 nanti. Informasi lengkap tentang program beasiswa terbaru ini bisa disimak di laman www.tanotofoundation.org, atau kirimkan email ke alamat info@tanotofoundation.org.

Tanoto Group hanyalah salah satu contoh dari perusahaan yang menunjukkan kepeduliannya di sektor pendidikan. Perusahaan lain yang berlomba-lomba untuk turut berkontribusi dalam dunia pendidikan adalah Bank Mandiri.

Dengan disaksikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dan didampingi Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch.Dula, akhir bulan lalu, Bank Mandiri menyalurkan dana program bina lingkungan sebesar Rp200 juta kepada SMKN 1 Komodo, Labuan Bajo untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

Tak mau kalah dengan industri keuangan dan manufaktur, industri telekomunikasi dan informasi pun mengembangkan berbagai jurus penyaluran CSR pendidikan. Alasannya serupa, ingin mendukung peningkatan pendidikan.

Melalui program Indonesia Berprestasi, PT XL Axiata Tbk (XL) memberikan bantuan beasiswa pendidikan dalam bentuk pelatihan pengembangan diri serta uang bagi mahasiswa berprestasi.

Beasiswa dan pelatihan pengembangan diri ini akan diberikan kepada 100 mahasiswa berprestasi selama satu tahun. Para peserta akan mendapatkan pelatihan mengenai etos kerja, nasionalisme, profesionalisme, networking, serta berpikir kreatif dan tepat dalam menganalisa masalah sehingga mereka siap berkompetisi di dunia kerja setelah lulus dari bangku kuliah. Selanjutnya, lulusan terbaik dari program tersebut akan mendapat kesempatan untuk bergabung bersama XL. Program kerjasama ini akan berlangsung dari tahun 2012 hingga tahun 2014.

Related posts