BD Black List 45 Kontraktor “Hitam”

BD Black List 45 Kontraktor “Hitam”

Washington - Bank Dunia melakukan black list terhadap 45 kontraktor. Karena terindikasikan melakukan “kecurangan” dalam pengerjaan proyek-proyek Bank Dunia. Sejumlah kontraktor hitam itu, terdiri dari perusahaan dan individu. Bahka salah satu kontraktor nakal itu terlibat dalam suap proyek di Indonesia. “Tindakan black list kepada kontraktor hitam ini, sebagai pesan, jangan coba-coba mencurangi kami. Mereka akan kita blokir semua," kata Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick dalam rilis yang dikuti AFP, Kamis (14/4)

Salah satu kasus besar besar yang disebut Zoellick adalah terkait skandal perusahaan teknik Italia, C. Lotti pada Desember 2010 lalu setuju membayar US$ 350.000 atau sekitar Rp 3,1 miliar dalam bentuk restitusi kepada sebuah pihak di Indonesia yang setuju untuk melibatkannya dalam proyek air yang didanai Indonesia. “"Ini merupakan upaya pertama Bank Dunia melindungi proyeknya di negara berkembang dan perusahaan yang dilarang," tambahnya.

Sepanjang 2010, Bank Dunia telah melakukan 117 investigasi yang hasilnya menemukan ada 45 kontraktor yang melakukan penyelewengan. Bank Dunia hingga tahun fiskal yang berakhir 20 Juni 2010 tercatat telah memberikan komitmen finansial sebesar US$ 72,2 miliar.

Berdasarkan pakta yang ditandatangani tahun lalu, perusahaan-perusahaan yang dihadang oleh Bank Dunia, secara otomatis juga ditolak untuk mendapatkan kontrak pada bank pembangunan multilateral lainnya.

Seperti diketahui, Bank Dunia sejak era tahun 1990-an memang telah menerapkan kebijakan anti korupsi setelah menerima kritikan karena menoleransi pemberian hibah dan hadiah lain untuk kontrak dan pinjaman yang diberikannya. Dan sejak kebijakan pelarangan itu dimulai pada Juli 2008, total 90 individu dan pebisnis telah di-blacklist oleh Bank Dunia.

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan Agus MArtowardojo mengunjungi Washinngton AS, dalam pertemuan G 20 negara pada 14-15 April 2011 ini, mengusung sebuah mandat yakni membahas ketidakseimbangan ekonomi dunia.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menerangkan isu imbalances ekonomi global itu akan menjadi salah satu agenda penting, karena saat ini banyak negara-negara yang perekonomiannya sudah mulai goyah akibat beberapa kebijakan.

Bambang menjelaskan krisis global dapat mengancam semua negara, karenannya menjadi agenda di pertemuan tersebut. “Karena untuk mencegah krisis global masa yang akan datang,” ungkapnya lewat pesan singkatnya di Jakarta.

Bambang menambahkan gejala-gejala itu sudah terlihat misalnya defisit perdagangan China dengan Amerika Serikat yang dilihat jangka panjang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dunia.

Pengamat ekonomi Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan ketidak seimbangan ekonomi global akibat China dan Amerika sudah berlangsung lama dan jika itu dibiarkan akan berdampak pada krisis global. “Selain itu juga ada desakan dari IMF yang dalam outlook ekonomi globalnya mereka memberi peringatan mengenai capital inflow yang masuk seharusnya menjadi catatan dalam forum G-20,” paparnya. **cahyo

Related posts