Transaksi Saham Turun, Laba BEI Anjlok 38,68% - Investor Lokal Diminta Aktif Berdagang

NERACA

Jakarta– Prestasi kinerja PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang semester pertama 2012, mencatatkan penurunan laba bersih 38,68% dari priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 156,42 miliar menjadi Rp 95, 91 miliar. Penurunan laba selama enam bulan pertama, disebabkan oleh meningkatnya beban usaha dan menurunnya pendapatan menjadi Rp386,28 miliar pada semester I-2012.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, anjloknya laba bersih diparuh pertama tahun ini juga disebabkan rata-rata transaksi harian perdagangan saham turun. Dari target Rp5,8 triliun menjadi sekitar Rp4,4 triliun per hari, “Faktor utama karena turunnya rata-rata transaksi nilai perdagangan saham dari Rp5 triliun menjadi Rp4,4 triliun, otomatis pendapatan turun,” katanya di Jakarta, Kamis (30/8).

Sementara itu, BEI juga mengalami kerugian penjualan aset tetap dari Rp33,57 miliar pada semester pertama 2011 menjadi Rp211,37 miliar pada semester pertama 2012. Menanggapi kerugian penjualan aset tetap tersebut, Ito mengatakan, hal itu dikarenakan kenaikan investasi terutama untuk menyempurnakan sistem perdagangan dan fasilitas anggota bursa.

Sekedar informasi, BEI pada semester I tahun ini hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp95,91 miliar. Jumlah tersebut tercatat turun 38,68% bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp156,42 miliar. Berdasarkan laporan keuangan perseroan dijelaskan, hasil tersebut seiring dengan menurunnya pendapatan BEI dari Rp398,28 miliar pada semester I-2011 menjadi Rp386,28 miliar pada semester I-2012.

Sikapi Wajar

Penurunan transaksi saham yang menyebabkan kinerja BEI anjlok, sebelumnya di sikapi wajar oleh Ito Warsito. Alasannya, penurunan volume transaksi saham juga terjadi di seluruh dunia terutama Amerika Serikat dan Eropa. Jadi, hal tersebut masih sangat wajar dengan melihat pasar secara global. Keadaan seperti itu memang sulit diperdiksi, dalam arti, efek ke Indonesia bisa lebih ringan dan bisa dijadikan kesempatan emas bagi Indonesia untuk jualan.“Karena fund manager asing mencari investasi di Indonesia. Jadi, uang pasti mengalir ke negara kita,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, penurunan volume transaksi saham 10% dibandingkan tahun lalu, dinilai normal karena dipicu sentimen global yang tengah bergejolak, “Secara umum likuiditas perdagangan di bursa global turun 10% dari tahun lalu. Jadi itu gejala normal, investor kita sebagian besar dari Eropa dan Amerika,"paparnya.

Kendati demikian, lanjutnya, belum kondusifnya pasar saham yang dipicu oleh krisis utang di Eropa dan ekonomi AS yang turun dapat dijadikan kesempatan bagi Indonesia untuk menampung dana asing.

Menurutnya, dana asing akan masuk seiring dengan perusahaan pengelola investasi yang tengah mencari tempat berinvestasi pada negara yang masih tumbuh ekonominya. "Indonesia menawarkan pertumbuhan, ini jadi kesempatan bagi Indonesia karena 'fund manager' asing pasti mencari tempat untuk investasi, jadi uang akan mengalir ke Indonesia,"katanya.

Kata Ito, dana asing tidak serta merta masuk ke dalam negeri karena harus dilakukan sosialisasi terhadap investor global. "Asing tidak otomatis masuk ke dalam negeri, jadi kita harus aktif juga seperti melakukan 'roadshow'. Tidak hanya pihak bursa, tapi pemerintah dan emiten-emiten juga aktif," katanya.

Oleh karena itu, Ito juga megajak para pelaku pasar harus lebih aktif lagi dalam melakukan perdagangan. Secara umum likuiditas perdagangan di bursa turun 10%. Untuk itu, pasar harus lebih aktif lagi dalam melakukan perdagangan. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Investor Asing Masih Percaya Indonesia - Laris Manis Komodo Bond

NERACA Jakarta- Ludesnya penawaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) Komodo Bond di Londo Stock Exchange, menunjukkan kepercayaan pelaku pasar…

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…