SMI Optimis Peroleh PMN Rp2 Triliun

NERACA

Jakarta--PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) optimistis mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp2 triliun pada akhir tahun ini. Dana ini untuk membiayai proyek dalam program Masterplan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), salah satunya proyek pelabuhan di Kalimantan Timur.

Menurut Direktur Utama SMI, Emma Sri Martini, di Jakarta, Selasa, PMN ini sudah dimasukkan dalam APBNP 2012. Dengan diperolehnya PMN ini, maka SMI menunda penerbitan obligasi yang direncanakan paling cepat akhir 2012. "Kita akan mendapatkan PMN Rp2 triliun, sehingga obligasi mungkin di tahun-tahun mendatang," ujarnya

Hingga Juni 2012, SMI telah menyalurkan pembiayaan untuk 17 proyek hingga Juni 2012 senilai Rp1,577 triliun. Proyek tersebut meliputi ketenagalistrikan, telekomunikasi, transportasi, minyak dan gas, serta "water supply".

Adapun 17 proyek yang mendapatkan pembiayaan SMI, terdiri atas pembangkit listrik Indobarabai gas methana sebesar Rp4,490 miliar, Jabung ring dake (paket 1-2) Rp40 miliar, Tanjung Batu Rp18 miliar, rehabilitasi Kemudian penambahan dan pengadaan air minum Rp150 miliar, jalan Jeneponto-Bantaeng Rp20 miliar, pembangunan BTS tower/shelter Rp200 miliar, Petronas Carigali (West Glagah Kambuna Ltd) Rp17,050 miliar.

Selanjutnya, pembangunan sarana dan prasarana pendukung pelabuhan curah kering dan logistik di Pelabuhan Gresik Rp10 miliar, rehabilitasi penambahan dan pengadaan air minum Rp50 miliar, PLT Mini Hidro 3x1 MW sekitar Rp112,225 miliar. Kemudian pembangkit listrik tenaga air Rp152,397 miliar, pembangkit listrik tenaga minihydro Rp127,624 miliar.

Menyusul proyek pembangkit listrik minihydro Adipasir III 320Kw sebesar Rp3,731 miliar, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2x7,5 MW Rp155,136 miliar.

PLTMH 2x5 MW Rp162 miliar, "floating, storage and offloading" (FSO), "facility & platform water suppy Rp118,437 miliar, serta pembangunan LPG storage terminal kapasitas 10.000 metrik ton Rp236,875 miliar.

Proyek dalam "pipeline" SMI senilai Rp51,1 triliun, meliputi 20 unit proyek kelistrikan senilai Rp15,204 triliun, dua unit proyek minyak dan gas Rp1,15 triliun.

Selanjutnya satu unit proyek telekomunikasi senilai Rp500 miliar, lima unit proyek air minum Rp2,794 triliun, tiga unit proyek jalan tol Rp8 triliun, dan 10 unit proyek transportasi dengan kebutuhan dana Rp23,454 triliun.

Namun, SMI hanya berkomitmen mendanai 10 persen dari proyek-proyek tersebut, antara lain sektor ketenagalistrikan Rp3,17 triliun, sektor transportasi Rp1,185 triliun, sektor jalan sebesar Rp600 miliar, sektor air minum Rp438 miliar, sektor minyak dan gas bumi Rp145 miliar, dan telekomunikasi Rp100 miliar. "Untuk itu, kami memerlukan proyek-proyek untuk dibiayai. Pertama, harus ada proyek yang dibiayai, baru masalah dananya," paparnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

BCA Salurkan Kredit Rp2 Triliun ke Pegadaian

  NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyadari pentingnya pelayanan gadai untuk masyarakat di Indonesia, terutama…

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…