Merpati Tak Dapat Kucuran Modal Lagi

NERACA

Jakarta---Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta PT Merpati Nusantara Airline berusaha untuk memperbaiki kinerja. Alasanya pemerintah akan menyetop pemberian dana melalui penyertaan modal negara (PMN) "Saya tidak ingin dapat PMN lagi, dan tahun 2013 terakhir," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta,27/8

Lebih jauh Dahlan meminta agar manajemen Merpati dapat berdiri sendiri. Hal itu dikarenakan tidak semua hal harus diurusi oleh negara. Alasanya beban APBN sudah terlalu berat untuk menanggung BUMN yang rugi. "Manajemen Merpati harus bisa mandiri," ujarnya

Bahkan mantan Dirut PLN ini mendesak BUMN tidak harus bergantung pada dana yang bersifat pada upaya penyelamatan. "Kecuali untuk BUMN yang sangat-sangat strategis," tegasnya

Pemerintah menyuntik PT Merpati Nusantara Airlines sebesar Rp2,13 triliun tahun ini. DPR telah menyetujui Subsidiary Loan Agreement (SLA) atau penerusan pinjaman tahun 2010 kepada Merpati.

Namun ada beberapa syarat yang harus dilakukan BUMN penerbangan tersebut seperti dalam tiga bulan ke depan, Merpati diminta untuk menyampaikan grand desain tentang infrastruktur transportasi ke Indonesia Timur.

Sementara itu, Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo mengungkapkan PT Merpati Nusantara Airlines Persero akan mendapatkan delapan unit pesawat jet tipe Boeing 737-800 NG dengan mekanisme sewa, nantinya untuk menggantikan pesawat yang sudah tua.

Menurut Rudy, manajemen Boeing akan memaparkan skema penyewaan delapan unit pesawat jet tersebut pada Senin sore. Biaya sewa pesawat ini diperkirakan mencapai 300 juta dolar AS per bulan. "Boeing menawarkan ke kita 737-800 NG. Sewanya selama lima tahun," terangnya

Malah Rudy menambahkan delapan pesawat baru ini akan melayani rute penerbangan ke Indonesia Timur. Untuk biaya sewanya, perseroan menjalin kerja sama dengan pihak luar. "Kami menargetkan 'load factor' (keterisian penumpang) Boeing ini di atas 90 %," ungkapnya.

Menyoal tingkat keterisian kursi pada Lebaran 2012, ia mengakui Merpati berhasil mencapai 98% dengan rute penerbangan didominasi ke Indonesia Timur. Oleh sebab itu, ia optimistis Ebitda perseroan selama Lebaran dapat mencapai Rp400 juta per hari.

Saat ini, sambung Rudy lagi, Merpati menghadirkan beberapa penambahan frekuensi rute penerbangan, antara lain Yogyakarta-Makassar, Bali-Yogyakarta, dan Surabaya-Kuala Lumpur.

Merpati juga akan menerima empat pesawat jenis Cassa 212-400 dari pemesanan 20 pesawat. Hingga kini, Merpati mengoperasikan 10 pesawat Boeing Classic, 14 unit MA 60, dan Cassa 212 maupun Twin Otter sebanyak enam unit pesawat. **cahyo

BERITA TERKAIT

Lagi, BEI Buka Galeri Investasi di Manado - Tumbuhkan Minat Investasi

NERACA Manado – Gejot jumlah investor lokal, khususnya membidik investor potensial dari kalangan mahasiswa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus…

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital - Ketua KPPU

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital Ketua KPPU NERACA Padang – Ketua Komisi Pengawas Persaingan…

Fatayat NU Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Maraknya Aksi Penyerangan Pesantren

Jakarta, Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU) meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan maraknya teror terhadap ulama…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1%

      NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia di akhir 2017 meningkat 10,1 persen (tahun ke…

Muliaman Hadad Ditunjuk jadi Dubes RI untuk Swiss

    NERACA   Jakarta-Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad resmi ditunjuk menjadi Duta Besar…

Tiga Tahun Jokowi Diklaim Berhasil Turunkan Inflasi

      NERACA   Padang - Pejabat Kantor Staf Presiden (KSP) memaparkan dalam tiga tahun perjalanan pemerintahan Presiden Jokowi…