Proyek Monorel Tak Gunakan Dana APBN

NERACA

Jakarta—Rencana pembangunan proyek monorel di Jakarta takkan menggunakan dana APBN. Bahkan para BUMN yang akan menggarap proyek infrastruktur tersebut melakukan konsorsium. “"Tidak ada dana APBN. Kita investasi sendiri bersama dengan konsorsium BUMN. Investasi monorail Rp3,7 triliun," kata Dirut PT Adhi Karya, Tbk, Kiswodarmawan di Jakarta, Senin,27/8.

Menurut Kiswodarmawan, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana mengajak PT Industri Kereta Api (Inka) dan PT Len Industri Persero untuk membangun monorail, dimana Inka bertindak menyediakan kereta, sedangkan Len untuk elektrifikasi sistem kereta. “Kereta untuk monorail sepenuhnya buatan dalam negeri. Dana pembangunan monorail direncanakan dari BUMN yang terlibat dalam penggarapan monorail tersebut,”tambahnya.

Namun diakui Kiswodarmawan, proyek pembangunan monorail ini belum dibicarakan kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Alasannya masih dalam masa pemilihan gubernur DKI. Pihaknya pun memilih untuk menunggu gubernur DKI terpilih, walau Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah menyetujui rencana monorail tersebut. "Kalau secara teknis, kita sudah punya dokumen yang lama. Jadi harus ada pengesahan dari regulator. Tinggal oke atau tidak," paparnya.

Kebutuhan dana pembangunan monorel diperoleh dari kas internal 30 % atau Rp1,117 triliun dan pinjaman perbankan sebesar 70 % atau Rp2,608 triliun.

Persiapan konstruksi monorel ini diperkirakan membutuhkan waktu 2,5 tahun, dengan masa konsesinya sekitar 30 tahun. Monorail diproyeksikan akan beroperasi penuh pada 2015 mendatang. Untuk tarif, penumpang akan dikenakan biaya Rp9.500 per orang, namun bila ada subsidi pemerintah maka biayanya Rp9.000.

Kiswodarmawan, menghitung kapasitas gerbong monorail ini dapat menampung 200 orang, dengan kapasitas angkut 77.500 orang per arah per hari serta setiap empat menit kereta monorail akan datang. "Nantinya, monorail ini akan terintegrasi dengan transportasi lainnya. Jadi saling mendukung satu dengan yang lainnya. Setelah orang turun dari MRT di Dukuh Atas mau ke HI atau ke mana saja, naik monorail saja," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan rencana PT Adhi Karya Persero membangun monorail sepanjang 13 kilometer (km) harus direalisasikan, meski Gubernur DKI Fauzi Bowo menganggap proyek monorail sudah kadaluwarsa. "Yang jelas kita berusaha menyampaikan apa yang harus disampaikan," katanya

Yang jelas Dahlan sendiri mengaku tidak mempermasalahkan pernyataan Gubernur DKI yang menganggap proyek monorail yang ada di Ibu Kota tidak layak. "Tidak apa-apa. Terserah lah. Yang jelas kita ingin berusaha," ungkapnya.

Dahlan menambahkan Kementerian BUMN sudah menyetujui dan memberikan izin rencana pembangunan monorail oleh Adhi Karya asalkan mendapatkan persetujuan dari Pemerintah DKI. **cahyo

BERITA TERKAIT

THR, Gaji 13 dan APBN - Oleh : Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Masih percaya dengan Menkeu Sri Mulyani yang bolak-balik menyatakan APBN dikelola dengan prudent? Kisah anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan…

JK: Tak Ada Penumpukan Kendaraan di Gerbang Tol

Memasuki mudik lebaran tahun 2018 ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan tidak ada penumpukan kendaraan di gerbang tol pada…

BTN Salurkan Dana CSR Rp 1,5 Miliar Selama Ramadan

Komitmen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berbagi di bulan Ramadan diwujudkan dengan menggelontorkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Urbanisasi Bikin Produktivitas Pertanian Menurun

  NERACA   Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan fenomena laju urbanisasi di Tanah Air mengakibatkan penurunan…

Bandara Soetta akan Bangun Terminal IV

    NERACA   Tangerang - Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, akan membangun terminal IV untuk menambah kapasitas penumpang. “Saya…

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…