Bank Syariah Diyakini Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

Bank Syariah Diyakini Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

Jakarta—Industri perbankan syariah di Indonesia diyakini pada saatnya bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi Asia dan bahkan di dunia. Alasanya bank syariah tumbuh lebih cepat. Malah perbankan syariah melesat di sejumlah negara non muslim, misalnya Swiss, Inggris, Afrika, Amerika dan Eropa.

”Kita optimis industri perbankan syariah bisa jadi kekuatan ekonomi dunia,” kata pejabat Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Setiawan Budi Utomo dalam diskusi Demikian disampaikan Setiawan Budi Utomo dalam diskusi ‘Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia’ di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ)-Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an (PTIQ) di Jakarta, Rabu (13/4).

Hadir pula rector IIQ Dr KH Ahsin Saho, pejabat bank Danamon Syariah Prayuda Mulyo, KH Ahmad Munif Suratmaputra, KH Hasanuddin, Dr Ummi Khusnul Khotimah, dan ratusan mahasiswa-mahasiswi IIQ-PTIQ Jakarta. Oleh karena itu, kata Setiawan, begitu melesatnya industri perbankan syariah di Indonesia. Banyak negara lain dari Afrika belajar ke Indonesia. “Zambiya dan Uganda pun akhirnya belajar ke Indonesia untuk belajar perbankan syariah tersebut, tambahnya.

Lebih jauh Setiawan menggambarkan perkembangan industri perbankan syariah pada tingkat global. Dimana sekitar 1,3 miliar penduduk muslim dunia merepresentasikan 20 % populasi dunia dan memiliki total kontribusi mendekati 10% GNP dunia. Perkembangan perbankan syariah internasional cukup pesat, termasuk di Inggris dan negara Eropa. “Sudah ada 300 institusi keuangan syariah di 75 negara mengelola aset sekitar 700-1000 miliar dollar AS dengan menggunakan jenis instrument keuangan syariah yang cukup pesat,” tutur alumni Universitas Ummul Qurra’ Madinah ini.

Selama 17 tahun perkembangannya, total asset industry perbankan syariah telah meningkat sebesar 27 kali lipat dari Rp 1,79 triliun pada tahun 2000 menjadi Rp 49, 6 triliun pada tahun 2008. Laju pertumbuhan asset 46,3% per tahun. Sedangkan posisi Indonesia dalam pasar global pertumbuhan industrinya dalam 5 tahun terakhir lebih tinggi dari pertumbuhan industry keuangan syariah global (15%-20%) per tahun.

Yang pasti kata Setiawan, bank syariah sebagai operasional ekonomi dari ajaran Al-Quran. Intinya mengekplorasi fikih menjadi system, maka harus ke ranah institusi atau perundang-undangan. misalnya UU No.7/1992 yang diubah oleh UU No 10/1998 tentang perbankan. Selain itu BI juga mengatur soal pengendalian moneter bisa dilakukan berdasarkan prinsip syariah. “Itu aspek legalnya,” ujar Setiawan

Dikatakan Setiawan, dari aspek potensi dan prospek dengan jumlah umat Islam yang besar di Indonesia adalah merupakan sumber daya alam sangat potensial, di mana Indonesia memiliki prospek besar dalam pengembangan ekonomi dan kekuatan syariah.

Namun demikian, perkembangannya ini dibutuhkan politicall will, kemauan yang baik dari penyelenggara Negara. Setidaknya harus menjadi visi dan misi bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk kemudian diimplementasikan oleh Menko Perekonomian dan menteri-menteri terkait. **cahyo

Related posts