Antisipasi Urbanisasi

Oleh : Ahmad Syaikhon

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

“Siapa suruh datang ke Jakarta?” Ungkapan ini sangat populer di kalangan masyarakat kita, dimana itu menggambarkan betapa sulitnya untuk hidup di Jakarta. Tetapi, nyatanya fenomena urbanisasi selalu terjadi setiap tahun kala lebaran usai. Banyak penduduk desa pindah ke kota Jakarta hanya untuk mencari peruntungan nasib.

Kondisi serupa tidak hanya terjadi di Jakarta. Di sejumlah kota besar lainnya di Indonesia juga menjadi tujuan masyarakat desa untuk menggapai cita-cita. Ya, kota besar seperti Jakarta memang masih menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang melakukan urbanisasi.

Pasalnya, mereka menganggap Jakarta itu adalah kota yang tepat untuk meraih cita-cita, dan mampu memberi mereka pekerjaan untuk merealisasikan cita-cita mereka. Tak heran, jika Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan arus urbanisasi, atau perpindahan penduduk dari desa ke kota pasca Lebaran tahun ini akan mencapai satu juta orang.

Lantas, apakah benar kalau kota-kota besar dapat menjadi tujuan guna mencapai cita-cita mereka? Belum tentu. Jakarta saat ini tengah menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya masalah kepadatan penduduk. Terlebih para penduduknya banyak yang hidup dalam kemiskinan. Arus urbanisasi tentunya dapat menimbulkan masalah tersendiri bagi ibukota republik ini.

Apalagi jika arus urbanisasi itu didominasi para pencari kerja tanpa keahlian. Dengan demikian, arus urbanisasi yang terjadi setiap tahun justeru menimbulkan masalah baru bagi pemerintah khususnya Pemerintah Kota Jakarta.

Bukan rahasia umum lagi, banyak pendatang baru yang datang ke Jakarta umumnya tidak memiliki skill yang mumpuni. Akibatnya, itu malah menambah beban kota Jakarta menangani berbagai masalah khususnya masalah kesenjangan ekonomi.

Karena, tanpa keahlian yang dimiliki dipastikan akan kesulitan untuk bersaing mencari kerja di Jakarta. Ujung-ujungnya, malah menambah angka pengangguran, lebih dari itu, kondisi itu juga akan memberikan dampak ketimpangan ekonomi yang lebih besar lagi terhadap masyarakat ibukota.

Untuk itu, pemerintah harus menyiapkan berbagai strategi guna menghadapi urbanisasi, salah satunya dengan menyiapkan balai latihan kerja. Selain itu, pemerintah daerah asal kaum urban juga harus berbenah diri meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya.

Sehingga, dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masayarakatnya, ditambah pemberian insentif bagi penduduk desa yang tidak melakukan urbanisasi. Tentunya, mereka tidak perlu menyerbu kota besar untuk menggantungkan cita-cita, karena daerah asal mereka pun mampu menjadi tempat mereka menggantungkan cita-cita.

Maka dari itu, jangan salahkan Pemkot Jakarta jika orang-orang pendatang baru akan terkena operasi yustisi kependudukan yang di gelar Pemprov Jakarta setiap tahunnya. Karena operasi yang lakukan itu memiliki konsekuensi bagi mereka tidak memiliki skill dan mereka dianggap menambah masalah sosial di Jakarta.

BERITA TERKAIT

Antisipasi Serangan Fajar

  Oleh: Ambara Purusottama Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya   Tensi politik kian hari kian panas apalagi tidak…

Antisipasi Krisis dan Darurat Energi

Oleh: Sampe L Purba, Praktisi Global Energi, Alumni Lemhannas RI Dalam Undang-undang nomor 30 tahun 2007 tentang Energi ada beberapa pasal…

Menko PMK : Perlu Kesiapsiagaan Segenap Pihak Antisipasi Erupsi Gunung Agung

Menko PMK : Perlu Kesiapsiagaan Segenap Pihak Antisipasi Erupsi Gunung Agung NERACA Jakarta – Status aktivitas Gunung Agung di Provinsi…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Dilema Utang vs Pajak

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Ketika melihat data keseimbangan primer atau kemampuan pemerintah membayar utang di dalam…

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

Belum Seutuhnya Merdeka

Oleh: Dhenny Yuartha Junifta Peneliti INDEF Sudah 72 tahun Republik ini memproklamasikan diri sebagai negara merdeka. Namun, seiring nafas perubahan…