Dana PSO 2013 Capai Rp2 Triliun

NERACA

Jakarta--Pemerintah mengalokasikan anggaran "public service obligation/PSO" sebesar Rp2 triliun pada RAPBN 2013 untuk memberikan kompensasi finansial kepada BUMN yang diberikan tugas menjalankan kewajiban pelayanan umum. “Jumlah tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan pagu belanja subsidi PSO dalam APBNP 2012 sebesar Rp2,2 triliun,” demikian dalam dokumen Nota Keuangan dan RAPBN 2013 yang diperoleh di Jakarta, Kamis,23/8

Anggaran belanja subsidi PSO dalam tahun 2013 tersebut, dialokasikan masing-masing kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp804,8 miliar untuk penugasan layanan jasa angkutan kereta api penumpang kelas ekonomi. Jumlah tersebut meningkat dibanding alokasi APBNP 2012 sebesar Rp770,1 miliar.

PT Pelni mendapat alokasi anggaran sebesar Rp826,5 miliar untuk penugasan layanan jasa angkutan penumpang kapal laut kelas ekonomi. Jumlah tersebut turun dibanding alokasi dalam APBNP 2012 sebesar Rp1,02 triliun.

PT Posindo mendapat alokasi anggaran sebesar Rp309,2 miliar untuk tugas layanan jasa pos di daerah terpencil. Jumlah tersebut naik dibanding alokasi pada APBNP 2012 sebesar Rp 272,5 miliar.

Sementara Perum LKBN Antara mendapat alokasi anggaran sebesar Rp89,8 miliar untuk penugasan layanan berita berupa teks, foto, radio, multimedia, "english news", dan televisi. Jumlah itu meningkat dibanding pada APBNP 2012 sebesar Rp84,8 miliar.

Alokasi belanja subsidi PSO sebesar Rp2 triliun itu merupakan bagian dari alokasi anggaran subsidi dalam RAPBN 2013 sebesar Rp316,1 triliun (3,4 persen terhadap PDB). Jumlah tersebut meningkat Rp71,0 triliun bila dibandingkan dengan pagu belanja subsidi yang ditetapkan dalam APBNP sebesar Rp245,1 triliun. Sebagian besar dari alokasi anggaran belanja subsidi dalam RAPBN tahun 2013 tersebut direncanakan akan disalurkan untuk subsidi energi sebesar Rp274,7 triliun, yaitu subsidi BBM, LPG tabung tiga kg, dan "Liquified Gas for Vehicles (LGV)" sebesar Rp193,8 triliun, dan subsidi listrik sebesar Rp80,9 triliun.

Sementara itu untuk subsidi nonenergi mencapai Rp41,4 triliun, yang meliputi subsidi pangan sebesar Rp17,2 triliun, subsidi pupuk sebesar Rp15,9 triliun, subsidi benih sebesar Rp137,9 miliar, subsidi PSO sebesar Rp2,0 triliun, subsidi bunga kredit program sebesar Rp1,2 triliun, dan subsidi pajak sebesar Rp4,8 triliun.

Dalam pengalokasian belanja subsidi tahun 2013, kebijakan belanja subsidi akan diarahkan untuk pengendalian subsidi dalam rangka meningkatkan belanja modal secara signifikan dalam jangka menengah dan meningkatkan daya saing. Selain itu belanja subsidi juga diarahkan untuk penurunan pemakaian BBM pada pembangkit listrik dengan meningkatkan jumlah dan efisiensi penggunaan batubara, gas,panas bumi, air, dan biodiesel termasuk energi tata surya.

Belanja subsidi juga diarahkan untuk peningkatan ketahanan pangan dan peningkatan daya saing usaha dan akses permodalan UMKM melalui bantuan subsidi bunga kredit program seperti kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE), (kredit pengembangan energi nabati & revitalisasi perkebunan (KPEN-RP), dan kredit usaha pembibitan sapi (KUPS).

BERITA TERKAIT

PII Galang Dana Lewat Surat Utang - Bidik Dana Kelola Rp 21 Triliun

NERACA Jakarta – Merambah bisnis industri keuangan, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) membentuk anak usaha…

Kontrak Baru Wika Beton Capai Rp 5 Triliun - Garap Proyek Besar

NERACA Jakarta – Menjelang tutup tahun, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatat kontrak baru sebesar Rp 5 triliun per…

PTPP Optimis Capai Arus Kas Operasi Positif - Persaingan Industri Konstruksi Sengit

NERACA Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia memperkirakan arus kas operasi positif…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

Membantah Generasi Milenial yang Terancam Tak Punya Hunian

      NERACA   Bekasi - Ada anggapan generasi milenial yang berusia di bawah 25 tahun tidak mampu mempunyai…

IBM Indonesia Berkolaborasi dengan Partner Lokal - Akselerasi Bisnis Digital

    NERACA   Jakarta - IBM Indonesia menggelar IBM Indonesia Partner Solutions Summit, yang diselenggarakan di JW Marriot Jakarta.…