Hijau untuk Negeri

Sabtu, 01/09/2012
NERACA Dalam aktivitas keseharian perusahaan, Bakrie Telecom bekerja demi mencapai sasaran-sasaran yang pro-lingkungan dan sesuai dengan tekad "Hijau untuk negeri” Untuk memanfaatkan energi terbarukan dan sekaligus melakukan penghematan energi, BTel membangun dan menjalankan BTS (Base Tranceiver Station) yang menggunakan tenaga sinar matahari (solar) yang berlokasi di Sangata, Kalimantan Timur dan Cipakat, Tasikmalaya, dan terus mengembangkan solusi Green Power ke base lainnya. "Efisiensi adalah fokus dari kinerja Network Services Directorate kami, inovasi hemat energi mengurangi biaya-biaya operasi, sekaligus mengurangi gas rumah kaca yang berhubungan dengan operasi kami," kata GM Div. CME Engineering and Green Team Representative, Nanang Handoko. Untuk produk ramah lingkungan, Bakrie Telecom sedang mengambil langkah-langkah dalam menciptakan handset dan produk lain yang ramah lingkungan. Sebagai contoh, handset Esia kini dilengkapi pemberitahuan tentang pengisian baterai untuk mengingatkan pelanggan agar segera melepaskan charger ketika baterai telah penuh terisi. Fitur ini akan membantu mengurangi penggunaan listrik dan jejak karbon dari para pelanggan. Selain itu, Btel juga mengimplementasikan program-program untuk mengurangi penggunaan kertas dan plastik dalam starter pack dan talk-time voucher. Bakrie Telecom adalah operator telekomunikasi pertama di Indonesia yang berkomitmen untuk menjalankan tanggung jawab manajemen terhadap ponsel-ponsel tak terpakai, dimulai dengan mengumpulkan 50.000 ponsel bekas hingga tahun 2012. Dimulai pada triwulan ke-4 tahun 2010, Bakie Telecom menawarkan aplikasi Green VAS untuk membantu menyebarkan kepedulian lingkungan kepada masyarakat Indonesia dan mengajak para pelanggan untuk berkontribusi pada program Hijau Untuk Negeri. Efisiensi Energi Dalam Jaringan Jaringan yang BTel jalankan telah menghasilkan banyak inovasi untuk menciptakan kinerja yang ramah lingkungan dan mengurangi jejak gas rumah kaca. Sebagai contoh, lebih dari 2.000 base station selular Bakrie Telecom kini menggunakan teknologi free cooling, sebuah proses yang bergantung pada udara luar dalam menyejukkan peralatan berbeda dengan pendingin udara. Proses ini mengurangi konsumsi listrik hingga lebih dari 30% per tahun. Dalam area yang kurang bergantung pada daya listrik, BTel mengimplementasikan sebuah program efisiensi yang dikenal dengan nama "delayed generator start”. Dibandingkan dengan mesin generator Inisiatif ini memaksimalkan waktu selama keadaan tanpa adanya listrik dan ketika base station kekurangan tenaga baterai. Hasilnya, BTel menghemat rata-rata 40 liter bahan bakar solar per situs per penggunaan daya dan secara signifikan mengurangi biaya operasi dan pemeliharaan mesin generator.