Pembangunan “Sillicon Valley” Bakal Percantik Iklim Investasi

NERACA

Jakarta - Foxconn Technology Group, perusahaan manufaktur terkemuka asal Taiwan yang memproduksi komponen-komponen elektronik untuk beberapa merek terkenal seperti Apple dan Nokia, berencana membangun pabrik besar di Indonesia. Pembangunan kawasan industri teknologi tinggi itu dipercaya bakal mempercantik iklim investasi di negeri ini.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan detikcom meyakini masuknya Foxconn telah membawa angin segar untuk iklim investasi. Perusahaan asing itu telah mengklasifikasikan Indonesia sebagai negara strategis nomor 3 di dunia. Tentu saja, investasi yang ditanam bersifat jangka panjang.

Bahkan, mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini mengaku, masuknya Foxconn untuk berinvestasi ke Indonesia membuat posisi Indonesia dipandang dunia sebagai negara hi-tech (teknologi tinggi).

Rencananya, Foxconn bakal menanam uang sejumlah Rp 100 triliun. Investasi yang ditanamkan oleh pabrikan asal Taiwan ini bisa mempekerjakan banyak tenaga kerja terdidik. Selain itu, Foxconn beroperasi di Indonesia, pabrikan asal Taiwan ini akan menggandeng mitra lokal di Indonesia.

Pembangunan pabrik pada tahap pertama Foxconn akan dilakukan di kawasan industri Cikande, Serang, Banten pada Oktober 2012. Foxconn pada tahap awal sudah siap memproduksi handset atau smart phone di akhir Desember 2012.

Pada fase kedua dilakukan Foxconn untuk memproduksi sekitar 10 juta handset dan juga TV plasma, serta peralatan teknologi lainnya. "Fase kedua pada 6 Juli 2013 berada pada lahan 400 hektar, itu memproduksi 10 juta handset, ada plasma (TV) juga," ungkap Gita, belum lama ini.

Senada dengan Gita, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan Foxconn akan memproduksi tiga juta handphone mulai Desember di lahan seluas 5000 meter persegi."Itu adalah bekas bangunan Modernland yang akan direnovasi agar dapat beroperasi sebagai pabrik sementara mulai Desember. Ini akan menghasilkan tiga juta handphone" kata MS Hidayat.

Menurut Hidayat, Foxconn akan mengeluarkan produknya pada Juli 2013 dengan perakitan barang produksi (assembling) yang dimulai tahun ini. Itu sebabnya, perusahaan yang memproduksi komponen elektronik untuk berbagai merek produk elektronik ternama itu, akan mulai berinvestasi dalam satu atau dua bulan ke depan.

Gandeng Lokal

Adapun nilai investasi Foxconn, lanjut Hidayat, mencapai sekitar US$10 miliar. Hidayat juga mengatakan, dalam upaya merekomendasikan mitra lokal untuk kerja sama produksi, Kemenperin akan berusaha mengusulkan produk lokal yang berasal dari perusahaan BUMN maupun swasta yang akan didorong menjadi produk nasional.

Rencananya, perusahaan ini akan menggandeng perusahaan teknologi ataupun telekomunikasi lokal seperti PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Inti sendiri telah memproduksi ponsel dengan merek IMO (Inti-Mobile) dan berencana menelurkan ponsel smartphone berbasis android. Sementara Telkom merupakan perusahaan telekomunikasi BUMN yang telah bertahun-tahun menguasai pangsa pasar telekomunikasi Indonesia.

Secara akumulatif, Foxconn membutuhkan 450 hektar. Menurut Hidayat, pembangunan pabrik Foxconn akan sektor padat karya. Pasalnya, akan banyak menyerap tenaga kerja. Salah satunya tenaga teknisi. "Butuh 1.000 engineer untuk yang 50 hektar dan pekerja non engineer. Ini labour intensive, padat karya. Karena mereka akan join dan menge-push brand-brand Indonesia bertaraf nasional menjadi internasional," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Mandiri Investasi Bakal Rilis Tiga KIK EBA - Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management…

Infrastruktur Investasi Negeri

Oleh: Muhklis Kuncoro Wibowo, Staf KPP Penanaman Modal Asing Lima, DJP *) Infrastruktur merupakan sarana yang sangat vital untuk mendukung…

Investasi Sulsel Masih Terpusat di Makassar

NERACA Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) mengungkapkan, investasi saham untuk wilayah Sulawesi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Pacu Daya Saing IKM Lewat Platform Digital E-Smart

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin gencar memacu pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar memanfaatkan platform digital e-Smart…

Akuakultur - KKP Realisasikan Asuransi Untuk Pembudidaya Ikan Kecil

NERACA Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program Asuransi Perikanan bagi pembudidaya ikan kecil. Program tersebut merupakan kerjasama antara…

Proyeksi Kebutuhan Gula Industri 3,6 Juta Ton di 2018

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri mencapai 3,6 juta…