Indonesia Mendesak Perlu Pesawat N250

NERACA

Yogyakarta—Generasi muda Indonesia diyakini mampu mengembangkan teknologi kedirgantaraan di masa depan, termasuk mengembangkan lagi pesawat N250. "Sumber daya manusia bangsa Indonesia mampu mengembangkan teknologi kedirgantaraan itu. Buktinya sudah ada pesawat N250 yang bisa dihasilkan dan itu bukan mimpi," kata Mantan Presiden Republik Indonesia yang juga mantan Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibiedi Taman Pintar Yogyakarta, Rabu,15/8

Menurut Habibie, pengembangan teknologi kedirgantaraan di tanah air sangat penting dilakukan karena akan bisa menghubungkan jarak antar pulau-pulau di tanah air yang cukup jauh.

Terlebih lagi, lanjut dia, pertumbuhan penumpang pesawat terbang di Indonesia dalam 10 tahun terakhir sangat pesat sehingga hal tersebut sudah membuktikan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan pesawat terbang. "Saat ini, tidak perlu lagi saling salah menyalahkan. Yang harus dilakukan saat ini adalah memperjuangkan agar teknologi dirgantara di Indonesia bisa semakin maju," ujarnya

BJ Habibie kini telah mendirikan sebuah perusahaan yaitu PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang akan bergerak pada usaha pembuatan pesawat swasta pertama di Indonesia. Di perusahaan tersebut, BJ Habibie menduduki jabatan sebagai Ketua Dewan Komisaris.

Perusahaan tersebut didirikan dengan bekerja sama dengan dua perusahaan swasta lain yaitu, PT Ilhabi Rekatama milik Ilham Akbar Habibie yang akan memegang 51% saham, dan PT Eagle Capital milik milik Erry Firmansyah yang memegang bagian 49% saham.

Rencananya, karyawan dari perusahaan tersebut adalah mantan karyawan PT Dirgantara Indonesia yang memutuskan pulang dari luar negeri ditambah anak bangsa yang baru menyelesaikan pendidikan pembuatan pesawat terbang. Proyek pertama yang akan dilakukan adalah "menghidupkan" kembali pesawat N250 yang dulu diciptakan BJ Habibie dan sempat menjadi primadona di kelas pesawat baling-baling.

Pesawat N250 tersebut mengudara untuk pertama kalinya pada 10 Agustus 1995 dan sempat dibeli oleh sejumlah negara. Akibat krisis ekonomi pada 1997, pesawat tersebut seperti menghilang.

BJ Habibie menyadari, untuk menghidupkan kembali teknologi dirgantara di Indonesia bukan pekerjaan mudah karena saat ini, PT Dirgantara Indonesia hanya memiliki sebanyak 3.000 pegawai. "Industri pesawat terbang sudah dibubarkan, dan tidak ada lagi yang membina industri strategis, ditambah tidak adanya peraturan untuk melindungi produksi dalam negeri," imbuhnya

Namun Habibie berharap, pemerintah bisa berinvestasi di perusahaan tersebut melalui PT DI, sejumlah institusi pendidikan dan juga Puspitek. Selain akan melakukan desain ulang N250, perusahaan tersebut juga akan mengembangkan super jet N2130.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) PT Ilthabie Rekatama, Ilham Akbar Habibie mengakui untuk membangkitkan kembali produksi N-250, agar menjadi pesawat kebanggaan Indonesia, butuh proses yang tidak mudah. “Nah untuk saat ini mungkin realisasinya masih perlu 4-5 tahun lagi," ujarnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Indonesia – Arab Saudi Sepakat Bikin Sistem Baru - Penyaluran TKI

  NERACA   Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia sepakat menyusun sistem baru bagi warga negara Indonesia…

Presiden Republik Indonesia - Tidak Semua Suka Pekerjaan Pemberantasan Korupsi

Joko Widodo  Presiden Republik Indonesia Tidak Semua Suka Pekerjaan Pemberantasan Korupsi Jakarta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengakui bahwa…

CISFED: Demokrasi Aksesoris Ancaman Bagi Indonesia

CISFED: Demokrasi Aksesoris Ancaman Bagi Indonesia NERACA Jakarta - Secara umum praktik demokrasi yang berjalan saat ini sekadar demokrasi aksesoris…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengaruh Pilkada 2018 ke Ekonomi

  NERACA   Jakarta - Lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti pengaruh pemilu kepala daerah…

Negara Berkembang Paling Pesat Pertumbuhan Belanja Online

    NERACA   Jakarta - Survei terbaru Mastercard menyebutkan, pertumbuhan aktivitas belanja melalui gawai (smartphone) atau "mobile shopping" berkembang…

Blended Finance Dikaji untuk Biayai Infrastruktur

  NEACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tengah mengkaji skema "blended finance" agar…