Ekonomi RI Diprediksi Masuk 10 Besar Dunia - Pada 2025

NERACA

Palembang—Pemerintah mengakun optimis ekonomi Indonesia sekarang ini tengah mengalami kemajuan pesat, sehingga bisa menjadi terkuat nomor 10 di dunia pada 2025. "Ekonomi Indonesia maju terus, sekarang ini saja ekonomi kita termasuk terkuat nomor 15 di dunia, melihat kondisi tersebut pada 2025 bisa menjadi terkuat nomor 10," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa di Palembang,13/8

Lebih jauh Hatta menjelaskan, pada 2014 diprediksi kesejahteraan rakyat akan meningkat dengan pendapatan per kapita mencapai di atas 5.000 dolar AS. Pada 2025, lanjutnya, sesuai dengan "master plan" yang ada, pendapatan rakyat Indonesia sudah mencapai 16.000 dolar AS per kapita dan pada saat itu Indonesia berada pada posisi 10 kekuatan ekonomi dunia.

Menurut Hatta, dahulu orang melihat Indonesia sebelah mata, kini sudah tidak lagi dan sudah sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Saat ini melihat pertumbuhan ekonomi sekarang ini, maka bangsa Indonesia akan menjadi besar, disegani, dan tidak hanya memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya, tetapi juga memberikan solusi bagi persoalan perekonomian dunia. "Kita adalah negara anggota G20, artinya Indonesia termasuk sebagai sala satu di antara 20 negara terbesar di dunia yang tergabung di dalam kelompok tersebut," ujarnya

Dikatakan Hatta, untuk terus memacu pertumbuhan ekonomi nasional guna mencapai target menjadi 10 negara terkuat ekonominya, pemerintah akan terus mendorong program-program ekonomi kerakyatan.

Pembangunan Sumsel Sementara itu, Hatta pada kunjungan kerjanya di Sumatera Selatan menyatakan, dia sebagai putra daerah akan mendukung penuh program pembangunan yang dijalankan di provinsi berpenduduk lebih dari tujuh juta jiwa itu. "Insya Allah, pada tahun mendatang kita akan terus meningkatkan pembangunan terutama jalur kereta api ke pelabuhan Tanjung Api-Api dan jalur kereta api ganda (double track) dari Kabupaten Lahat, Muara Enim hingga ke Lampung," paparnya. Pembangunan pelabuhan Tanjung Api-Api juga akan terus dilanjutkan hingga benar-benar bisa beroperasi sebagaimana layaknya pelabuhan samudera serta akan dibangun klaster industri.

Melalui program-program tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa mendorong percepatan pembangunan daerah terpencil di sekitar kawasan proyek itu dan pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumsel secara umum. **bari

BERITA TERKAIT

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

Pengaruh Pilkada 2018 ke Ekonomi

  NERACA   Jakarta - Lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti pengaruh pemilu kepala daerah…

Media Asing Soroti Kebijakan Polkam dan Ekonomi RI

NERACA Jakarta - Hasil riset yang dilakukan oleh Indonesia Indicator (I2) menyebutkan, kinerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang telah melewati…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…