Kemenhub Anggarkan Sekitar Rp400 Miliar - Bebaskan Lahan KA Bandara

NERACA

Jakarta—Kementerian Perhubungan telah menganggarkan sekitar Rp400 miliar guna pembangunan kereta bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Anggaran ini dialokasikan untuk masalah pembebasan lahan. "Masalah yang selalu menghadang pengembangan infrastruktur saat ini adalah pembebasan lahan," kata Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan di Jakarta,1/8

Diakui Bambang, masalah pembebasan lahan harus diatasi tidak hanya oleh PT SMI, tapi oleh pemerintah daerah setempat yaitu Pemda Banten dan juga Pemda DKI Jakarta. “Tidak hanya kereta bandara tapi pengembangan Bandara,” tegasnya

Karena itu, Bambang mengharapkan agar masalah tersebut dapat diselesaikan dengan keluarnya peraturan pemerintah yang akan dikeluarkan oleh Presiden. Menurut dia, untuk masalah lahan ini pihak pengembang Kereta Api Bandara segera membentuk tim yang berisi perwakilan dari Pemerintah Daerah yang dilalui oleh kereta api.

Saat ini perkembangan kereta bandara ini adalah pihak SMI telah menyampaikan kepada Kemenhub terkait pembahasan pra feasibility study atau studi kelayakan diantaranya akan direncanakan kereta bandara tersebut akan melewati Cawang dan sampai Halim, Jakarta Timur. "Untuk itu saat ini Kemenhub masih menunggu progress report," kata Bambang.

Bambang mengatakan untuk kereta bandara ini sendiri nanti ada dua pengerjaan, pertama kereta bandara ekpress yang akan dikerjaan oleh PT SMI dan kedua pembangunan monorel Serpong-Bandara Soekarno Hatta yang akan dikerjakan oleh Pemda Banten.

Seperti diketahui, proyek kereta bandara Soekarno Hatta Cengkareng diperkirakan akan membutuhkan dana sebesar USD2 miliar atau setara dengan Rp18,9 triliun. Pembangunan tersebut untuk kereta express line akan direncanakan tender dan awal konstruksi di 2014.

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastructure Emma Sri Martini mengatakan, pihaknya diberikan mandat dari Kementerian Keuangan untuk mengatur persiapan, memberikan kajian awal untuk pembangunan tersebut. "Kajian awal, kami telah membuat Pra Feasibility Study yang kemudian diserahkan kepada Kementerian Perhubungan, sebagian penanggung jawab," ujarnya

Bahkan Emma menambahkan pekerjaan yang terbesar adalah pembebasan lahan karena saat ini sedang mempersiapkan proyek. "Ini merupakan tantangan terbesar yakni pembebasan lahan," tuturnya

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kereta Api Kementerian Perhubungan, Tundjung Inderawan, membenarkan tertundanya pembangunan kereta Banda Soekarno Hatta Ekspress akibat pembebasan lahan. Menurutnya, masih perlu peninjauan seluruh proyek.

Pembangunan kereta bandara tersebut bisa dimungkinkan lebih dari Rp18 triliun. Tundjung mengatakan, pengerjaan proyek tersebut masih perlu dilakukan peninjauan seluruh asumsi dan bisa terjadi perubahan panjang rute dan perubahan struktur. "Yang jelas kajian dokumen investasi harus memiliki Internal Rate of Return (IRR) yang tinggi," katanya.

Tundjung menambahkan, dapat dimungkinkan akibat dari peninjauan ulang tersebut nilai investasi pembangunan kereta Bandara ekspres tersebut meningkat menjadi Rp18 triliun. "Tadinya sebesar Rp10 triliun, berubah lagi jadi Rp13 triliun kemudian jadi Rp18 triliun," imbuhnya.

Jauh sebelumnya, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini tengah fokus membangun jalur ganda kereta yang menghubungkan stasiun dengan Bandara Soekarno Hatta. "Kita lakukan pembangunan jalur ganda diantara stasiun Duri Tangerang, kemudian nanti juga akan diteruskan dengan Tangerang dan bandara sendiri, itu diharapkan dalam satu sampai dua tahun kelar, 2013 selesai target," ujarnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Mega Manunggal Targetkan Laba Rp 200 Miliar - Proyeksi Kinerja 2018

NERACA Jakarta - PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan membangun dua sampai tiga gudang di tahun depan. Dengan begitu perusahaan ini…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…