Pemerintah Anggarkan Pembelian Inalum Rp 5 Triliun - Tak Ingin Seperti Newmont

NERACA

Jakarta –Pemerintah berniat mengajukan anggaran tambahan sebesar Rp5 triliun guna membeli saham PT Inalum. Pengajuan anggaran tersebut berada dalam APBN 2013. “Untuk anggaran pembelian saham PT Inalum, pada tahun depan yaitu 2013 kita menganggarkan sebesar Rp5 triliun. Anggaran inilah yang kita ajukan kepada DPR. Sebelumnya sudah dianggarkan dalam APBN sebesar Rp2 triliun,” kata Menteri Keuanga, Agus D Martowardojo kepada wartawan di Jakarta,1/8

Saat ini, lanjut Menkeu, dalam kas Inalum pemerintah memiliki saldo Rp6 triliun. Namun untuk memiliki saham Inalum lebih besar diperlukan tambahan anggaran sekitar Rp1-1,5 triliun lagi. “Tapi kalau mau bayar langsung itu butuh Rp7 triliun,” ujarnya.

Menurut Agus, selama kerja sama yang sudah berlangsung 30 tahun dengan Jepang, Inalum mencatatkan kerugian pada 22 tahun. Atas pertimbangan inilah pemerintah berniat memiliki perseroan. “Inalum itu kalau kita punya bauksit bisa diolah jadi alumina kemudian bisa jadi aluminium. Nah, 1 ton bauksit itu sebanding dengan 148 nilai tambahnya untuk aluminium. Jadi kalau bisa kita ambil kembali maka akan bagus karena akan dapat nilai tambah,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengakui banyak perusahaan yang berminat untuk membeli saham Inalum. “Perusahaan asal Jepang, India, perusahaan-perusahaan swasta Indonesia, dan tentunya BUMN Indonesia berminat membeli Inalum,” katanya

Dengan demikian, lanjut Dahlan, BUMN Indonesia perlu menyiapkan diri dari sisi kapasitas maupun keuangan. Sehingga bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan tersebut.

Dahlan menjelaskan konsep pembelian saham Inalum adalah terlebih dahulu diambil alih oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan dengan pendanaan yang sudah disetujui DPR. “Kemudian siapa yang menawar dengan harga tertinggi, maka perusahaan tersebut berhak memiliki Inalum,” cetusnya.

Seperti diketahui, pemerintah pada berbagai kesempatan menyatakan siap mengambil alih pengelolaan Inalum pasca berakhirnya Master Agreement dengan pihak Nippon Asahan Aluminium (NAA) Jepang pada Oktober 2013. Untuk itu pemerintah Indonesia dan Jepang akan berunding mulai Agustus 2012 untuk melakukan negosiasi yang diharapkan hasilnya dapat diputuskan pada Oktober 2012.

Pemerintah sendiri telah mempersiapkan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang akan melakukan investasi pembelian saham Inalum. Adapun sumber dana diharapkan dari APBN, sebanyak Rp2 triliun diambil dari APBN 2012 dan sisanya dari APBN 2013.

Berdasarkan perhitungan kewajiban yang harus dibayar pemerintah Indonesia untuk mengambil alih Inalum pasca berakhirnya kesepakatan pengelolaan Inalum oleh NAA adalah sebesar USD 762 juta. Selain itu untuk pengembangan Inalum, juga dibutuhkan anggaran sekitar USD 1,2-1,4 miliar yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi aluminium dari 200.000 ton menjadi 410.000 ton. **bari

BERITA TERKAIT

Perlukah Pemerintah Memberi Tunjangan Profesi Wartawan?

Oleh: D.Dj. Kliwantoro Pemerintah telah memberi tunjangan profesi dan tunjangan khusus guru, baik yang berstatus pegawai negeri sipil maupun bukan…

Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM - Industri Kecil dan Menengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…

KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8% - Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…