Nusantara Regas Berencana Impor Gas dari Amerika

NERACA

Jakarta - PT Nusantara Regas, perusahaan joint venture Pertamina dan PGN yang mengoperasikan Terminal penyimpanan gas terapung atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Teluk Jakarta ini berencana akan mengimpor gas alam cair atau Liquidfied Natural Gas (LNG) dari Amerika Serikat (AS) sebesar 1 juta ton pada tahun 2017.

"Untuk impor, kita sudah bicara-bicara dengan pihak AS meskipun baru tahap awal. Kita juga baru tahu di AS saat ini sudah diperbolehkan untuk ekspor LNG," kata Direktur Utama Nusantara Regas Hendra Jaya saat berbuka puasa bersama wartawan di Jakarta, Rabu.

Hendra menegaskan pihaknya mengharapkan impor sebesar 1 juta ton per tahun dari pihak AS, namun impornya akan berjalan secara bertahap. "Sebenarnya tergantung dari sanggupnya berapa. Tetapi kita mengharapkan impornya sekitar 1 juta ton per tahun," tegasnya.

Namun dia belum mengetahui harga dari gas impor tersebut karena hingga saat ini, karena masih sekedar adanya pembicaraan awal dengan pihak AS. "Harganya kita belum tahu kan baru awal. Tetapi kita prediksi investasinya sekitar US$ 10 per mmbtu (million british thermal unit)," tegasnya.

Hendra mengklaim harga impor LNG tersebut lebih murah ketimbang harga gas Indonesia yang diekspor, dan untuk pemasok asal AS, pihaknya belum menentukan secara pasti. Karena saat ini di AS sedang dikembangkan Shale gas sehingga produk LNG tidak begitu diminati. "Kita masih tahap awal jadi kita belum bisa bicara lebih. Ke depannya ini yang akan jadi target kita. Semoga tahun 2017 sudah bisa mulai impor," katanya.

Mengingat kebutuhan gas domestik yang semakin tinggi, untuk mengisi kekurangan pasokan gas untuk FSRU Teluk Jakarta, perseroan untuk sementara mencari LNG di pasar spot yang berasal dari Australia dan Qatar. FSRU ini juga berencana akan menggunakan pipa gas milik Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ) untuk memasok gas ke PLTU Tanjung Priok tahun depan.

"Kita ingin memanfaatkan pipa milik PHE ONWJ agar tahun depan bisa memasok gas ke PLTGU Tanjung Priok," ujar Hendra. Menurut dia pipa milik PHE ONWJ memiliki kapasitas hingga 300 juta kaki kubik per hari (million standart cubic feet per day/mmscfd). Akan tetapi, Nusantara Regas hanya akan mensuplai sebanyak 200 mmscfd. "Gasnya bisa dari dalam negeri seperti Bontang dan Tangguh," tegasnya.

Pada tahap awal beroperasinya FSRU Teluk Jakarta memasok gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang milik PT PLN (Persero). Kapal dengan muatan 125.000 meter kubik gas atau setara dengan 2,9 mmbtu dari kilang LNG Bontang. Berjarak 15 km dari PLTGU Muara Karang, gas akan dialirkan melalui pipa milik Nusantara Regas.

Dana pembangunan pipa dan fasilitas penerima gas mencapai US$ 50 juta, sedangkan sewa kapal FSRU mencapai US$ 500 juta selama 11 tahun. Selain menyewa FSRU dari Golar, Nusantara Regas juga menyewa kapal pengiriman LNG dari PT Hanochem Shipping, anak usaha PT Trada Maritime Tbk.

Pada dua pekan pertama, Nusantara Regas akan mengalirkan gas ke PLTGU Muara Karang mencapai 60 mmscfd. Setelah itu pada akhir Mei atau Juni, FSRU tersebut bisa menyuplai gas ke PLTGU Muara Karang sebesar 200 mmscfd.

BERITA TERKAIT

Banten Masih Butuh Banyak Impor Kimia Organik

Banten Masih Butuh Banyak Impor Kimia Organik NERACA Serang - Provinsi Banten masih membutuhkan banyak impor golongan barang bahan kimia…

Lawan Kampanye Hitam dari Medsos

NERACA Bogor- Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Wibawa menegaskan, banyak konten di media yang biasanya berseliweran di jagat maya baik positif…

Infrastruktur Gas untuk Kemandirian Energi Nasional

  NERACA Jakarta - Pembangunan infrastruktur gas yang memadai ke seluruh daerah di Indonesia dengan didukung alokasi anggaran yang mencukupi…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Genjot Investasi dan Ekspor, IKTA Dipacu Perdalam Struktur

NERACA Jakarta – Industri Kimia, Tektsil, dan Aneka (IKTA) merupakan kelompok sektor manufaktur yang berkontribusi signfikan terhadap Produk Domestik Bruto…

Sepanjang Januari 2018 - Panen Belum Merata, Harga Gabah Kering dan Beras Tercatat Naik

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga gabah kering panen dan gabah kering giling selama Januari…

KLHK Optimistis Ekspor Produk Kayu 2018 Meningkat

NERACA Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan optimistis ekspor produk kayu nasional pada 2018 akan meningkat dibandingkan…