Tips Mengelola Bonus Dan Gaji

NERACA

Gaji adalah upah atau imbalan yang didapatkan sesuai dengan kemampuan, waktu dan tenaga yang dikeluarkan atau di korbankan oleh seseorang untuk di tukarkan dengan sejumlah uang atau sesuai yang memiliki nilai.

Bonus merupakan suatu dispensasi dari kegiatan yang dilakukan sebagai sebuath motivasi untuk meningkatkan potensi, kemampuan dan perhatian agar melakukan lebih dari yang biasanya.

Biasanya pada bulan – bulan awal atau akhir bulan, akhir tahun, hari raya, atau telah mencapai target dari yang di patok perusahaan atau malah melebihinya maka anda pastinya akan mendapatkan bonus sedangkan untuk gajih pastinya tiap bulan atau tiap minggu pasti mendapatkan gaji.

Hampir semua karyawan termasuk anda mungkin menerima bonus dan yang paling sering menerima bonus adalah orang yang berkerja di bidang pemasaran atau di bagaian penjualan sehingga biasanya gaji lebih kecil ketimbang bonus yang di dapatkan makanya banyak orang lebih mengejar bonus ketimbang bersantai – santai menerima gaji buta hehehe.

Tapi bagaimana pola anda dalam mengelola bonus dan gaji?

Berikut ini adalah Tips untuk mengelola Gaji dan Bonus dengan Cerdik, sebaiknya bonus yang anda dapatkan hanya 30% dialokasikan untuk kepentingan diri anda sendiri dengan keinginan ini dan itu sisanya lagi 70% disimpan untuk kepentingan nanti yang mungkin bakal mendesak, dari pada mengutang di sini dan disana lebih baik anda mengambil dari simpanan anda sendiri.

Gaji yang didapatkan sebaiknya 80% digunakan untuk kebutuhan sehari – hari dan 15% untuk keperluan pribadi anda, sedangkan lagi 5% disimpan untuk berjaga – jaga jika suatu saat diperlukan.

Saat mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya) sebaiknya minimum anda sisakan 10% dari jumlah THR (Tunjangan Hari Raya) untuk disimpan.

Jika memiliki utang kepada orang lain sebaiknya lebih fokus melunasi Pokoknya ketimbang utangnya karena Pokok utang yang lebih kecil maka bunganya juga lebih kecil ketimbang anda membayar bunganya saja yang akan terus berbunga dengan jumlah yang sama setiap bulannya.

Jika ingin menggunakan dana simpanan anda sebaiknya gunakan untuk kepentingan Investasi dan hindari penggunaan untuk kepentingan yang bersifat konsumtif.

BERITA TERKAIT

Layanan BOLT Hadir di Serang dan Cilegon

Dalam rangka perluas penetrasi pasar, BOLT sebagai pionir operator 4G-LTE di Indonesia kembali memperluas jangkauan jaringannya ke kota-kota baru. Dua…

Pengawasan Perbankan dan Teknologi Nano

  Oleh: Achmad Deni Daruri, President Director Center for Banking Crisis   Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan di…

THR, Gaji 13 dan APBN - Oleh : Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Masih percaya dengan Menkeu Sri Mulyani yang bolak-balik menyatakan APBN dikelola dengan prudent? Kisah anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…