Pembangunan JSS Mendapat Penolakan

NERACA

Jakarta---Rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) mendapat penolakan dari 14 elemen masyarakat. Alasanya, proyek JSS dinilai mengingkari jati diri sebagai negara kepulauan. Dan hanya menguntungkan bagi pelaku ekonomi bermodal besar di lintas Merak-Bakauheni. "Kami atas nama 14 elemen masyarakat menolak keras rencana itu karena itu pengingkaran terhadap jati diri sebagai negara kepulauan," kata Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi di Jakarta, Selasa.

Menurut Siswanto, berdasarkan deklarasi Juanda, laut antar pulau di Indonesia adalah jembatan penghubung dengan kapal-kapal sebagai jembatannya. "Penggagas JSS berarti tidak mengerti akan konsep ini," katanya.

Dia menyebut, sejumlah negara kepulauan lainnya seperti Jepang dan Filipina, sampai saat ini tidak punya rencana pembangunan jembatan di selat-selat mereka. "Mereka mengandalkan armada kapal feri," katanya.

Oleh karena itu, dia mengkhawatirkan, jangan-jangan nantinya akan dibangun Jembatan Jawa Bali, Jembatan di atas selat-selat Kalimantan, Sulawesi dan lain lain. "Informasi dari elemen transportasi penyeberangan di Surabaya sudah disebutkan bahwa Jembatan Suramadu, kini sudah dibatasi hanya untuk truk di bawah 30 ton. Yang lebih dari itu, harus pakai feri. Tapi, ferinya kini sudah dialihkan ke lintasan lain di Indonesia karena di sana sudah sepi setelah jembatan Suramadu beroperasi," katanya.

Selain itu, tujuan pembangunan Jembatan Suramadu, untuk membantu pertumbuhan ekonomi warga Pulau Madura, belum beranjak karena justru dengan adanya jembatan itu, masyarakat Madura jadi berbondong-bondong ke Surabaya sebagai urban komuter. **cahyo

BERITA TERKAIT

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Hoax Ancam Keutuhan Indonesia dan Keberlanjutan Pembangunan

   Oleh: Muhammad Satyan Azikar dan Erwin Sikumbang, Mahasiswa PTN Hoax merupakan komponen perusak demokrasi yang nyata dalam momentum  pesta…

Hoax Mengancam Pembangunan Nasional

  Oleh: Muhammad S. Azikar dan Doni Kusmantoro, Pemerhati Sosial dan Ekonomi Hoax merupakan komponen perusak demokrasi yang nyata dalam…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Tetapkan Tarif Ojek Online Naik

  NERACA   Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan telah menetapkan biaya tarif ojek online. Tarif terbaru ini…

Ekonomi Terus Tumbuh, Easywell Targetkan Pasar Indonesia

    NERACA   Jakarta - Dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Ekonomi Indonesia tahun 2018 mengalami pertumbuhan…

6,4 Juta Liter BBM Diselewengkan

  NERACA   Jakarta – Badan Penyalur Hilir Migas (BPH Migas) melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM. Hasilnya, sejak 2016 hingga…