Proyek CDM Atasi Global Warming

NERACA Perubahan iklim dengan pemanasan global (Global Warming), telah menjadi isu dunia. Musim panas yang panjang berakibat gagal panen, kekeringan dan punahnya beberapa habitat. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan penghematan energi listrik dan mulai menggunakan energi alternatif. Atmosfir inilah yang ditangkap manajemen PT Semen Gresik (SG) dalam mengaplikasikan proyek substitusi biomass SG dalam pertemuan stakeholder program mekanisme pembangunan bersih atau Clean Development Mechanism Project (CDM) di Dormitory-Tuban, (22/7) lalu. Keputusan SG dalam menerapkan CDM yaitu dengan mengimplementasikan alternative fuel berupa biomass atau bahan bakar re-newable resource, sebagai antisipasi terhadap isu global warming, adalah langkah tepat. Dengan menggunakan bahan bakar biomass berupa tongkol jagung, sekam padi, kulit kacang, serpihan kayu, sisa tembakau, dan lain-lain, merupakan wujud SG dalam turut serta mengatasi pemanasan global. Bahkan penggunaan bahan bakar alternatif tersebut akan turut memberdayakan perekonomian masyarakat sekitar daerah operasi SG dalam memasok bahan bakar alternatif tersebut. Penggunaan biomass, kelak diaplikasikan dalam proses pembakaran, tentu dengan prosentase pemakaian yang disesuaikan dengan tetap mengutamakan keberlangsungan operasi. Penggunaan biomass tidak akan mengganggu konsumsi biomass yang dimanfaatkan masyarakat. Terdapat tiga daerah pemasok yang diharapkan, yakni Tuban, Bojonegoro dan Lamongan. Dari ketiga daerah tersebut, hanya 56% biomassa yang akan dimanfaatkan. Ada tiga point positif yang dilakukan SG dalam pemanfaatkan biomassa. Pertama, mendukung pembangunan yang berkelanjutan yaitu: mengurangi bahan bakar fosil, kedua, bahan bakar lebih ramah lingkungan dan memanfaatkan biomass yang tidak terpakai, dan ketiga, tutur mengikutsertakan masyarakat yang pada gilirannya nanti akan meningkatkan perekonomian mereka. Beberapa program SGG dalam upaya mengurangi dampak dari pemanasan global, antara lain; pemakaian bahan bakar alternative, yaitu biomass (sekam padi) yang berbasis nabati, efisiensi energy, semakin kecil listrik yang dibangkitkan maka semakin kecil pula pemakaian bahan bakar, sehingga mampu mereduksi emisi CO2, dan CDM (Clean Development Mechanism).

BERITA TERKAIT

BMN Groundbreaking Tol Layang AP. Pettarani - Atasi Kemacetan di Makassar

NERACA Jakarta – PT Margautama Nusantara (MUN) melalui anak usahanya PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) melaksanakan groundbreaking jalan tol layang…

Solusi Alami Kendalikan Pemanasan Global di Indonesia

Oleh: Genta Tenri Mawangi Pemanasan global telah menjadi masalah masyarakat dunia, karena dampaknya dianggap tengah terjadi di banyak negara. Dalam beberapa…

Infrastruktur jadi Senjata Pemerintah Atasi Middle Income Trap

      NERACA   Jakarta – Indonesia digadang-gadang akan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…