Laba MNC Sky Vision Anjlok 82,8% di Semester Pertama

NERACA

Jakarta - Keuntungan PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) mengalami penurunan drastis. Hingga semester pertama tahun ini, emiten dengan sektor usaha televisi berbayar ini membukukan laba bersih Rp 17 miliar atau turun 82,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp 99 miliar.

Direktur Utama Indovision Rudy Tanoesoedibjo menjelaskan, penurunan itu disebabkan adanya unrealized foreign exchange loss sebesar Rp 89 miliar. "Padahal di periode sama tahun sebelumnya, kami memperoleh unrealized foreign exchange gain sebesar Rp 81 miliar. Unrealized foreign exchange gain/loss ini lebih dikarenakan oleh translasi atas kewajiban pinjaman obligasi MSKY dalam uang US$ sebesar US$165 juta yang baru akan jatuh tempo di 2015 nanti, sehingga tidak mengganggu kinerja maupun keuangan MSKY,"katanya dalam siaran persnya kepada Neraca di Jakarta akhir pekan kemarin.

Meskipun mengalami penurunan laba bersih, MSKY mencatat peningkatan pendapatan sebesar 36% menjadi Rp. 1,1 trilliun dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp. 814 miliar. Peningkatan pendapatan ini dikarenakan meningkatnya jumlah pelanggan MSKY menjadi 1,4 juta pelanggan pada 1H 2012 dibandingkan dengan 1 juta pelanggan pada semester pertama 2011 atau bertumbuh sebesar 40%.

Selama semester pertama 2012, pertumbuhan pelanggan MSKY adalah sekitar 248.000 pelanggan, atau rata-rata 41.300 pelanggan per bulan. Angka ini jauh melebihi dari target (132%) yang telah diproyeksikan sebelumnya di awal tahun, yaitu pertumbuhan sebesar 187.700 pelanggan baru selama semester pertama 2012 atau rata-rata sekitar 31.300 pelanggan per bulan.

Sementara itu, laba usaha dan EBITDA pada semester 2012 juga mengalami peningkatan signifikan. Laba usaha mengalami peningkatan sebesar 40% menjadi Rp 236 miliar dari Rp 169 miliar pada semester pertama 2011. Sedangkan EBITDA meningkat sebesar 35% menjadi Rp 461 miliar dari Rp 342 miliar.

Pencapaian EBITDA semester pertama ini melebihi proyeksi EBITDA yang dicanangkan pada awal tahun yaitu sebesar Rp 444 miliar. MSKY berkeyakinan bahwa tren peningkatan yang terjadi saat ini akan terus berlanjut untuk tahun-tahun ke depan, seiring dengan berbagai macam rencana penyempurnaan dan penambahan layanan yang akan dilakukan paska IPO ini, diantaranya rencana MSKY untuk membuka paling tidak 22 kantor cabang baru sehingga jumlah kantor cabang akan menjadi 80 buah dalam waktu dekat.

Sehingga MSKY akan dapat meningkatkan jumlah pelanggan lebih cepat dan memberikan layanan yang lebih baik karena MSKY akan lebih mendekatkan diri dengan pasar yang sebelumnya belum terjangkau.

Asal tahu saja, MSKY sepanjang tahun 2011 membukukan kenaikan pendapatan sebesar 23% menjadi Rp 1,74 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,41 triliun. Kenaikan pendapatan tersebut disebabkan karena bertambahnya pelanggan-pelanggan baru yang berlangganan selama tahun 2011.

Sementara itu, perseroan mencatat laba usaha meningkat sebesar 29% menjadi Rp 353 miliar dimana sebelumnya tercatat Rp 272 miliar di tahun 2010. Sedangkan laba bersih sebesar perseroan di tahun 2011 senilai Rp 65 miliar. (didi)

Related posts