Profit Taking Belum Reda, IHSG Cenderung Melemah

NERACA

Jakarta – Pada akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 14,995 poin (0,37%) ke level 4.081,201. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 4,527 poin (0,65%) ke level 695,597. Aksi ambil untung investor menghentikan penguatan indeks BEI yang sudah berjalan berturut-turut dalam lima hari.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG melemah searah dengan bursa regional dipicu dari perkembangan Eropa antara lain lelang obligasi spanyol, "voting" di parlemen Jerman terkait bantuan bagi perbankan di Eropa yang bermasalah.

Dia menambahkan, spekulasi stimulus di China dan Eropa akan berdampak pada harga komoditas dan harga saham berbasis komoditas. "Selain isu stimulus, pergerakan harga komoditas belakangan juga dipengaruhi oleh faktor kekeringan yang melanda Benua Amerika yang menyebabkan harga komoditas, terutama 'soft commodity' naik antara lain jagung, gandum, dan kedelai," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Berikutnya, perdagangan indeks Senin awal pekan diproyeksikan masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Asal tahu saja, aksi ambil untung banyak dilakukan investor lokal, sementara asing masih melakukan aksi beli selektif. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 61,935 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 90.951 kali pada volume 5,788 juta lot saham senilai Rp 3,951 triliun. Sebanyak 102 saham naik, sisanya 150 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Menutup perdagangan akhir pekan, bursa-bursa di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Hanya pasar saham Hong Kong yang masih mampu menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Pool Advista (POOL) naik Rp 330 ke Rp 1.680, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke Rp 50.850, Inovisi (INVS) naik Rp 250 ke Rp 6.600, dan Gading Development (GBTO) naik Rp 250 ke Rp 5.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Eatertainment (SMMT) turun Rp 1.395 ke Rp 780, Mayora (MYOR) turun Rp 750 ke Rp 22.050, United Tractor (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 21.750, dan Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 23.000.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI dibuka naik tipis 0,236 poin (0,01%) ke level 4.096. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,120 poin (0,02%) ke level 700,004. Investor masih lakukan aksi tunggu akibat sentimen mixed yang beredar di pasar global dan regional tersebut. Emiten juga belum banyak yang merilis laporan kinerja keuangan semester I-2012.

Sebanyak 5 sektor masih menguat, begitu juga dengan 5 sektor lain yang melemah. Indeks sektor aneka industri menderita koreksi paling dalam. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 48.313 kali pada volume 2,496 juta lot saham senilai Rp 1,862 triliun. Sebanyak 89 saham naik, sisanya 118 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Pool Advista (POOL) naik Rp 330 ke Rp 1.680, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke Rp 50.850, Indomobil (IMAS) naik Rp 200 ke Rp 7.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 200 ke Rp 38.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 21.700, Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 22.450, Bayan (BYAN) turun Rp 250 ke Rp 11.450, dan Hexindo (HEXA) turun Rp 200 ke Rp 8.150.

Pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 0,06 poin atau 0,00% ke posisi 4.096,26. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,02 poin (0,00) ke level 700,14. Analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan mengatakan bahwa pasar regional berfluktuasi.

Namun, secara teknikal indeks BEI akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat ,”Data ekonomi AS yakni data 'Initial Jobless Claims' dan data perumahan pada bulan Juni memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks," ujarnya.

Sementara itu, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan bahwa antisipasi dari keluarnya laporan keuangan emiten semester pertama 2012 menjadi salah satu katalis penguatan indeks BEI.

Tercatat bursa regional di antaranya indeks Hang Seng menguat 50,19 poin (0,26%) ke level 19.609,24, indeks Nikkei-225 turun 21,72 poin (0,25%) ke level 8.773,40, dan Straits Times melemah 12,96 poin (0,43 persen) ke level 3.015,92. (bani)

BERITA TERKAIT

Ada Peluang Kenaikan Bunga The Fed, Rupiah Melemah

    NERACA   Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, bergerak melemah sebesar 16…

Belum Seutuhnya Merdeka

Oleh: Dhenny Yuartha Junifta Peneliti INDEF Sudah 72 tahun Republik ini memproklamasikan diri sebagai negara merdeka. Namun, seiring nafas perubahan…

Pergerakan IHSG Terkoreksi Tipis 2,37 Poin - Menanti Hasil RDG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (17/10) ditutup turun tipis 2,37 poin…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…