Penggunaan Dana Siaga Sangat Hati-Hati

Kamis, 19/07/2012

NERACA

Jakarta—Pemerintah tampaknya sangat hati-hati menggunakan dana siaga. Meskipun perekonomian global masih fluktuatif. Namun pemerintah belum berencana menarik dana tersebut. Pinjaman siaga, merupakan salah satu instrumen untuk menahan krisis. "Defisit kita masih di 2,3% dan kemarin kita melakukan lelang SBN itu kan hasilnya banyak sekali peminat dan yield-nya terus turun," kata Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo di Jakarta,18/7

Menurut Agus, pihaknya masih melakukan simulasi-simulasi terkait keadaan perekonomian saat ini. Namun, dia menilai belum diperlukan extra effort khusus terkait kondisi perekonomian global ini.

Oleh karena itu, Agus menilai kondisi perekonomian Indonesia masih dapat menahan krisis ekonomi yang terjadi saat ini. "Jadi saya melihat tidak ada kemungkinan dalam waktu dekat ini kita akan menggunakan dana-dana siaga," ujarnya

Mantan Dirut Bank Mandiri ini menambahkan, meskipun penelitian IMF mengatakan perekonomian global di 2013 akan lebih buruk dibandingkan pada tahun ini. Namun dia tetap belum akan menarik dana pinjaman siaga tersebut dalam waktu dekat. "Kita melihat bahwa yang kemarin ini disusun adalah dengan kondisi ada perubahan membaiknya perkembangan di Eropa, dan itu kita tempatkan di antara 6,8%-7,2%," paparnya

Akan tetapi, kata Agus, dengan perkembangan kondisi dunia saat ini, khususnya Eropa, perkembangan dari negara seperti China dan India yang banyak mengimpor barang dari Indonesia, maka akan terjadinya koreksi harga komoditas. "Dan itu akan jadi pertimbangan kita untuk finalisasi target pertumbuhan 2013," imbuhnya. **