Pelambatan Ekonomi China Perlu Diwaspadai

Kamis, 19/07/2012

NERACA

Jakarta—Makin memburuknya kondisi ekonomi di Eropa diperkirakan akan berlangsung lama. Karena itu, bisa mengimbas pada ekspor Indonesia Meskipun, dampak yang terjadi tidak secara langsung, melainkan akibat pelambatan ekonomi China. "Sejalan dengan kuatnya permintaan domestik, pertumbuhan impor pada April dan Mei meningkat cukup tinggi,” kata Direktur Direktorat Departemen Riset Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Juda Agung, di Jakarta,18/7

Bank Indonesia mengakui tingginya impor dikarenakan kuatnya permintaan domestik. “Terutama impor barang modal, untuk penunjang pembangunan infrastruktur," tegasnya

Lebih jaub Juda mengatakan, dampak pelemahan global ke Asia terutama melalui peran China sebagai supply chain hub baru, menggantikan peran Jepang di era 90-an. Menurutnya, korelasi ekspor Indonesia ke China dan ekspor China semakin meningkat dalam lima tahun terakhir, terutama sebagai pengekspor komoditas.

Namun, kata Juda, ekspor Indonesia saat ini lebih dipengaruhi oleh perkembangan domestik demand, ketimbang ekspor china. "Dalam dua bulan pertama triwulan II-2012, ekspor mengalami perlambatan, namun ekspor ke China masih positif sebesar 16,1 persen pertumbuhannya year-on-year (yoy)," jelas dia.

Menurutnya, pada periode April-Mei 2012, ekspor komoditas utama menunjukan tren penurunan, terutama pada sektor harga. Kecuali, batu bara yang masih positif. "Lebih dari 80 persen komoditas yang di ekspor ke China berupa produk primer, khususnya batu bara dan CPO, yang dalam lima bulan pertama melambat," imbuhnaya. **ria