Astra Agro Catatkan Volume Penjualan CPO Tumbuh 13,7% - Kinerja Semester Satu

NERACA

Jakarta - Emiten produsen kelapa sawit, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan volume penjualan crude palm oil (CPO) periode Januari-Juni 2012 mencapai 644.439 ton. Dengan demikian, hingga akhir semester I-2012, AALI berhasil meningkatkan volume penjualan CPO-nya sebesar 13,7% dibandingkan semester I tahun lalu."Volume penjualan CPO AALI meningkat dari 566.774 ton pada semester I tahun lalu menjadi 644.439 ton," kata Investor Relations AALI Rudy Limardjo dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/7).

Lebih lanjut, kenaikan sepanjang enam bulan pertama tersebut didorong naiknya volume penjualan lokal CPO AALI sebesar 17,6% menjadi 631.939 ton atau menyerap sebesar 98,1% dari total volume penjualan. Sedangkan volume penjualan kernel naik sebesar 37,6% menjadi 92.841 ton.Namun untuk harga rata-rata penjualan CPO dan kernel selama periode tersebut mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,6% dan 34,2% menjadi Rp 7.886 per kg (net) dan Rp 4.028 per kg.

Di sisi lain, berdasarkan laporan Oil World, produksi CPO Indonesia pada 2011 mencapai 24,10 juta ton, meningkat sebesar sembilan persen dari 22,10 juta ton di 2010. Kenaikan tersebut diikuti pula dengan naiknya volume ekspor CPO Indonesia sebesar 3,8% dari 16,45 juta ton di tahun sebelumnya menjadi 17,07 juta ton.

Oil World juga melaporkan, volume ekspor CPO Indonesia di 2012 diperkirakan akan mencapai 18,15 juta ton atau meningkat sebesar 6,3% sebagai dampak dari kenaikan produksi CPO yang diperkirakan tumbuh sebesar 6,2%.

Kinerja Kuartal Satu

Pada kuartal I 2012 lalu, AALI hanya mampu membukukan laba Rp 390,58 miliar atau turun 42,75% di bandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 682,23 miliar.

Direktur Keuangan AALI, Santosa pernah bilang, penurunan laba ini diikuti dengan turunnya pendapatan bersih perseroan menjadi Rp 2,58 triliun atau turun 6,53% dibandingkan periode yang sama pada tahun yang lalu senilai Rp 2,76 triliun.

Menurutnya, penuruan laba perseroan ini dipicu kenaikan beban pokok pada kuartal I-2012 menjadi sebesar Rp 1,84 triliun, dibandingkan periode yang sama 2011 senilai Rp 1,68 triliun. Dari sisi aset, hingga akhir Maret 2012, total aset AALI mencapai Rp 10,83 triliun atau meningkat dibandingkan kuartal I-2011 senilai Rp 10,20 triliun.

Sementara itu, untuk belanja modal pada tahun ini, anak usaha Astra yang bergerak di bidang perkebunan sawit ini menganggarkan dana sebesar Rp 1,7 triliun. Rencanya, dana ini akan dipergunakan pengembangan bisnis antara lain sebesar 45% untuk perawatan tanaman yang belum bisa menghasilkan pada area seluas 45.000 hektar.

Sisanya, 33% dari dana itu, kata Santosa, digunakan perseroan untuk membangun pabrik baru, sedangkan sisanya 32% untuk perbaikan sarana dan prasarana jalan. (didi)

BERITA TERKAIT

DMAS Targetkan Penjualan Rp 1,25 Triliun

Emiten pengembang kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mematok target marketing sales tahun ini sebesar Rp 1,25 triliun. Direktur…

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

Produksi Naik, PHE Catatkan Kinerja Positif di 2017

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…