Jaga Distribusi Barang Demi "Tahan" Inflasi

Jelang Puasa

Rabu, 18/07/2012

NERACA

Jakarta—Kementerian Koordinator Perekonomian berusaha menjaga distribusi barang dan jasa guna mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan puasa. Sehingga harga kebutuhan pokok yang melonjak yang berbuntut inflasi. “Menteri-menteri terkait harus menjaga betul agar tidak terjadi gangguan pada pasokan," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Lebih jauh Hatta mengakui ada beberapa harga kebutuhan pokok seperti daging ayam dan telur yang mengalami kenaikan di beberapa daerah. Untuk itu berbagai upaya harus dilakukan pemerintah untuk mempertahankan kestabilan harga. "Memang saya prihatin terhadap kecenderungan peningkatan harga-harga, terutama daging ayam dan telur. Kalau beras relatif stabil," katanya.

Yang jelas Hatta berharap kebijakan untuk menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok tersebut, tidak menganggu para petani maupun para peternak dalam negeri yaitu dengan mengurangi ketergantungan kepada impor. "Saya ingin peternak-peternak sapi kita tidak terganggu dengan impor, karena kita bertekad untuk meningkatkan pengadaan atau tersedianya daging secara dalam negeri," ujarnya.

Selain itu, lanjut Hatta, pemerintah akan memperbaiki sistem distribusi barang sehingga para spekulan tidak lagi leluasa dalam mempermainkan harga dan merugikan para petani. "Tidak boleh terjadi spekulan-spekulan yang melakukan penimbunan dengan mengharapkan kenaikan harga dan mendapatkan keuntungan yang berlebihan," ujarnya

Menurut Hatta selalu terjadi kenaikan harga menjelang puasa yang disebabkan ulah spekulan dan situasi tersebut tidak menguntungkan petani serta konsumen secara keseluruhan. "Saya tidak ingin menuduh tapi selalu ada saja didalam kenaikan harga diatas normal, bukan petani yang paling banyak mendapatkan pendapatan tetapi diantara petani dan end user (konsumen)," paparnya

Hatta menjelaskan pemerintah juga mencari kemungkinan lain dari kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti biaya logisitik yang mahal, dan membuat antisipasi dari permasalahan tersebut. "Apa kenaikan diakibatkan logistik yang mahal dan berlebihan sehingga cost habis disitu, atau memang ada rent seeker yang mendapatkan keuntungan berlebihan, ini harus kita atasi," tukasnya.

Untuk cegah harga beras naik, Hatta mengatakan, pemerintah akan melakukan intervensi ke pasar. Termasuk juga membagikan raskin ke-13 kepada masyarakat miskin. "Jadi raskin kita bagikan sebelum lebaran," imbuhnya

Sebelumnya, Bank Indonesia terus memantau dan mengikuti pola tahunan yang biasa terjadi, di paruh kedua tahun 2012 termasuk tingkat inflasi terkait Puasa. Bahkan BI menilai tingkat inflasi selama semester pertama masih sesuai dengan target yang ditetapkan di level 4,5% plus minus 1% pada 2012. Di sisa tahun, bank sentral menilai tingkat inflasi akan cenderung meningkat sesuai trennya. “Kalau Anda lihat inflasi year to date-nya (Januari-Juni) 1,79% itu rendah meskipun yoy-nya masih 4,53%. Ya memang dilihat dari segi besaran bulan ke bulannya (m to m) itu 0,62% sedikit naik tapi itu masih mengikuti pola tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya minggu lalu.

Darmin menegaskan tingkat inflasi Indonesia yang tadinya termasuk tinggi karena ada masalah ekspektasi inflasi akibat urusan BBM (Bahan Bakar Minyak) sekarang terlihat sudah mereda. Memang, lanjutnya, rata-rata beberapa tahun terakhir di bulan Juni inflasi ada pada kisaran tersebut. “Memang kalau sudah mulai musim kemarau, puasa, anak sekolah masuk itu harus agak hati-hati itu. Biasanya kalu tiga itu berkumpul tekanan inflasinya cenderung meningkat,” tandasnya. **cahyo