Melirik Perkembangan Kartu Kredit

NERACA

Kartu kredit sekarang bukan lagi menjadi barang mewah yang hanya bisa dimiliki oleh kalangan berduit. Seiring berjalannya waktu, keefisienan kartu plastik ini telah mampu menarik jutaan orang di Indonesia untuk menggunakannya.

Kini, hampir semua golongan masyarakat telah mengenal alat transaksi altenatif ini. Namun, masih banyak juga masyarakat yang belum mengetahui sejarah perkembangan kartu kredit di Indonesia.

Sejarah kartu kredit di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan kartu plastik ini di dunia. Konsep penggunaan kartu sebagai alat transaksi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1920-an, untuk membantu para pembeli bensin.

Sejak saat itu, perkembangan alat transaksi ini semakin luas. Puncaknya, pada 1950, Farnk X. McNamara memperkenalkan konsep penggunaan kartu sebagai alat pembayaran. Pada tahun itu pula, muncullah kartu kredit pertama kali terbitan Dinners Club.

Sedangkan sejarah kartu kredit di Indonesia dimulai pada 1980-an, ketika Bank Duta mulai memperkenalkan alat pembayaran ini kepada masyarakat. Bank Duta yang bekerjasama dengan Visa dan Mastercard Internasional hanya mentargetkan nasabah dari kalangan atas, terutama mereka yang sering bepergian ke luar negeri. Tentu hal ini disambut baik, sebab penggunaan kartu kredit lebih aman dan efisien saat dibawa dalam perjalanan.

Namun, puncak kejayaan uang plastik ini dalam sejarah kartu kredit di Indonesia dimulai pada 1988 ketika dikeluarkan regulasi yang berkaitan dengan dunia perbankan. Regulasi yang lebih dikenal sebagai paket Desember (Pakdes) 1988 berhasil memicu pertumbuhan penerbit kartu kredit (bank maupun nonbank)

Sejarah kartu kredit di Indonesia tersebut yang berhasil membuat kita bisa merasakan kemudahan dalam mendapatkan kartu plastik ini. Jika dulu, kita yang dituntut untuk lebih aktif dalam pengajuan aplikasi kartu kredit, sekarang pihak bank yang justru aktif. Mereka memberikan penawaran-penawaran yang mengiurkan agar kita bisa menjadi nasabahnya.

Namun, sejarah kartu kredit di Indonesia tidak akan berhenti sampai disini. Dengan masih digunakannya alat pembayaran ini, maka akan lahir inovasi-inovasi baru yang membuat kita semakin nyaman dalam menggunakannya. Semoga informasi ini semakin membuat anda yakin kalau tidak ada salahnya memiliki kartu kredit.

Persaingan dalam penerbitan kartu kredit juga turut mewarnai dalam perkembangnya kartu kredit, semakin gencar para pedagang yang menerbitkan kartu kredit dengan kelebihannya. Semakin lama pengunaan kartu plastik diminati oleh semua kalangan, sehingga menggeser uang cash sebagai alat transaksi utama.

Penggunaan kartu plastik ini mulai menjadi tren dalam masyarakat, begitu juga fasilitas kartu ini lebih diperbaiki dan ditambah beragam aplikasi.

Hingga kini perkembangan kartu kredit semakin merambah di kawasan Asia terutama di wilayah Jepang dan sekitarnya. Selain itu kartu kredit semakin mendunia dengan seiring perkembangan zaman, kartu kredit menjadi tren umum di semua lapisan masyarakat.

Dengan begitu banyak masyarakat yang mengesampingkan uang cash dan lebih memilih kartu kredit. Fasilitas dan keunggulan dari kartu kredit adalah salah satu faktor utama yang memikat pengguna.

BERITA TERKAIT

Bank DKI Salurkan Kredit UMKM Secara Masal

    NERACA   Jakarta - Dukung program kerja Pemprov DKI Jakarta, khususnya dibidang pengembangan UMKM, Bank DKI menyalurkan kredit…

BRI Targetkan 300.000 Kartu Kredit Baru pada 2018

      NERACA   Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk optimistis akan target menerbitkan 300.000 kartu kredit…

Bank BJB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - Incar Pertumbuhan Kredit 13%

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kredit tahun ini lebih agresif lagi, PT Bank BJB Tbk (BJBR) bakal menerbitkan obligasi senilai…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…