BP Migas Lakukan Penghematan Rp1,2 Triliun

Semester I-2012

Jumat, 13/07/2012

NERACA

Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) mengungkapkan telah melakukan penghematan pengadaan barang dan jasa di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) pada semester I tahun 2012 mencapai US$124 juta atau hampir Rp1,2 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak US$99,7 juta berasal dari kontrak pengadaan dan pemanfaatan fasilitas bersama. Sisanya, sebanyak US$ 24,3 juta dari hasil optimalisasi aset kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Jumlah ini telah mendekati target penghematan tahun 2012 yang sebesar US$ 155 juta. “Kami optimis akan melampau target karena masih ada potensi-potensi penghematan,” kata Deputi Umum BP Migas J. Widjonarko melalui keterangan terulisnya, saat menghadiri Forum Konsultasi Pengadaan Barang dan Jasa di Bandung, Kamis (12/7).

Penghematan yang berhasil dibukukan industri hulu migas terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2010, jumlahnya US$96,5 juta. Angka ini meningkat tahun 2011 lalu yang sebesar US$143,7 juta. Pengadaan bersama adalah pengadaan kolektif yang dilakukan kontraktor KKS yang beroperasi di wilayah yang berdekatan.

Dicontohkan, kontrak bersama sewa semi submersible rig antara Titan Resources, Salamander Energy, Husky Oil dan Premier Oil untuk pengeboran di Natuna, Selat Makasar, dan Sumbawa. Selama enam bulan, penghematan yang dihasilkan mencapai US$20,4 juta. Contoh lain, kontrak bersama sewa empat helikopter oleh ConocoPhillips, Premier Oil, dan Star Energy di Natuna, Kepulauan Riau, yang jumlahnya mencapai US$5,7 juta.

Sedangkan optimalisasi pemanfaatan aset kontraktor adalah pemanfaatan aset milik sebuah kontraktor oleh kontraktor lainnya. Contohnya, pemanfaatan bersama fasilitas penampungan kondensat milik Petrochina Jabung oleh JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang di Sumatera Selatan yang penghematannya mencapai US$ 4,69 juta selama semester I tahun 2012.

Widjonarko mengapresiasi pencapaian semester I tahun 2012. Namun, dia meminta kontraktor terus mencari berbagai peluang untuk melakukan penghematan melalui strategi rantai pengadaan yang efektif. “Masih banyak komoditas lain yang belum masuk pengadaan bersama,” katanya.

Sementara, Kepala Divisi Pengadaan dan Manajemen Aset KKKS, Gerhard M. Rumeser menambahkan, selain penghematan, pihaknya terus meningkatkan pemberdayaan kapasitas nasional yang salah satu indikatornya adalah presentase tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Hingga akhir Maret 2012, dari nilai komitmen pengadaan barang dan jasa sebesar US$3,06 miliar, presentase TKDN sebesar 64,43 %.

Untuk TKDN Jasa mencapai 74% dengan nikai komitmen sebesar US$ 1,58 miliar. Sedangkan TKDN Barang baru seebsar 31,7% dengan nilai komitmenUS$ 199,67 juta. “Kami berupaya mencapai 65% pada akhir tahun,” katanya.