Proyek Tol Mandek Gara-Gara Masalah Tanah

Selasa, 10/07/2012

NERACA

Jakarta –Pemerintah harus bertanggungjawab terhadap mandeknya sejumlah proyek jalan tol. Bahkan hingga saat ini banyak yang belum terealisasi. "Saya yang bertanggung jawab, kan masalahnya sudah jelas. Ini karena masalah tanah," kata Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto di Jakarta, Senin (9/7)

Lebih jauh Djoko menambahkan inti dari sulitnya proyek jalan tol untuk direalisasikan adalah karena proses pembebasan tanah yang tak kunjung selesai. "Intinya masalah tanah, kalau lahan kan semua proyek jalan masalahnya di situ," tambahnya

Menurut Djoko, sulitnya proses pembebasan tanah initentu berimbas kepada terlambatnya pengucuran dana dari perbankan kepada pihak investor. Sehingga dapat memperlambat target penyelesaian proyek. "Karena sulit akhirnya menyangkut ke masalah investor dengan bank, berakibat investor untuk mencari dana ke bank supaya itu segera mengucur juga jadi terlambat," tuturnya

Namun demikian Djoko berjanji pemerintah akan berusaha keras untuk menyelesaikan proyek sesuai target sebelumnya. "Pokoknya programnya tetap seperti itu, sesuai dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah oleh Presiden, walaupun sulit," imbuhnya

Ditempat terpisah, Dirut PT Jasamarga Bali Tol (JBT), Akhmad Tito Karim, mengatakan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa sepanjang 10 km dan merupakan jalan tol pertama di Pulau Dewata, mencapai titik impas pada 10-12 tahun sejak dioperasikan antara Mei-Juli 2013. "Target kami dalam rencana bisnis adalah 10-12 tahun 'break event point'(BEP, titik impas) dengan lalu lintas harian rata-rata 30 ribu kendaraan terdiri roda empat 60 %dan 40 %roda dua," kata Dirut PT JBT, Akhmad Tito Karim kepada pers setelah penandatangan sindikasi perbankan nasional senilai Rp1,7 triliun, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Bali, Senin.

Penandatangan sindikasi untuk 70 %dari total investasi tol sebesar Rp2,4 triliun itu dihadiri oleh pejabat terkait, termasuk Gubernur Provinsi Bali I Made Mangku Pastika dan pimpinan perbankan nasional anggota konsorsium yakni BNI, Bank BRI, BCA, Mandiri, Bank BTN dan Bank BPD Bali.

Akhmad menjelaskan, kehadiran tol ini secara strategis memang sedang dinantikan oleh masyarakat Bali, khususnya untuk mengurai kemacetan di Bali bagian selatan, sekaligus untuk menyambut sejumlah agenda internasional di Pulau Bali sepanjang 2013 antara lain Pemilihan Ratu Dunia (Miss Universe) dan Pertemuan APEC di akhir 2013. "Proyek ini memang relatif cepat kemajuannya. Sejak kontrak penandatangan perjanjian jalan tol (PPJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol, Kementerian PU, 16 Desember 2011, maka persoalan lahan dan pendanaan proyek sudah tuntas," ujarnya

Proyek ini didanai oleh ekuitas perusahaan 30 %dan sisanya, 70 %sindikasi perbankan nasional dengan masa konsesi 45 tahun. "Hal ini terjadi karena tol ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak terkait di Bali," katanya.

Oleh karena itu, katanya, maka pekerjaan konstruksi proyek ini sudah dimulai sejak 1 Maret 2012 dan diperkirakan selesai pada akhir April 2013 dan satu atau dua bulan setelah itu, ditargetkan sudah dapat dioperasikan. **cahyo