Konferensi IIICE Tampilkan Peluang Investasi

NERACA

Jakarta---Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Menteri Asia Pasifik dan Pemerintah Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan (APM-RGC) dan Pameran serta Konferensi Infrastruktur Internasional Indonesia (IIICE) 2012 pada Agustus 2012.

Keterangan tertulis PT Infrastruktur Asia selaku sekretariat resmi penyelenggaraan IIICE 2012 yang diterima di Jakarta, Senin menyebutkan, dua kegiatan tersebut akan berlangsung bersamaan di Jakarta Convention Center dari 28 hingga 30 Agustus 2012.

APM-RGC dan IIICE 2012 awalnya direncanakan diselenggarakan pada Mei 2012, telah dijadwal ulang menjadi Agustus 2012. Kegiatan tersebut memfokuskan diri dan akan berfungsi sebagai program nasional untuk mendorong kemitraan dalam mendukung pengembangan infrastruktur di 33 provinsi di Indonesia.

Sekitar 1.000 pemimpin bisnis global, tehnisi dan pejabat pengadaan, akan bergabung dengan pejabat pemerintah senior dari 33 provinsi di Indonesia dan kementerian yang bertanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia dan dijadwalkan akan hadir di APM-RGC dan IIICE 2012.

Kemudian sekitar 6.000 profesional dari sektor publik dan swasta akan menghadiri kegiatan tersebut. Kegiatan IIICE dan APM-RGC 2012 dipelopori oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Asosiasi Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia (APPSI) dan dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Penyelenggaraan IIICE 2012 bergeser dari jadwal awal (Mei 2012) karena timbul kekhawatiran domestik menjelang demonstrasi May Day, yang pada akhirnya terjadi secara damai dan terorganisir.

Sebanyak 33 pemerintah daerah tengah mempersiapkan peluang investasi mereka untuk dipresentasikan di IIICE, sebagai bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI), kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam keterangan tertulis.

Ketua KADIN Indonesia, Suryo Bambang Sulisto menyebutkan krisis besar Eropa yang membayangi perekonomian global dan efeknya dapat dirasakan di Indonesia, menggeser fokus IIICE. "Sekarang terfokus pada Indonesia. Ini akan menjadi titik balik penting dalam memperkuat upaya pemerintah di dalam dunia yang bertambah jauh lebih kompetitif untuk investasi luar negeri ini, untuk menarik partisipasi sektor swasta dalam rencana pembangunan infrastruktur nasional," sebutnya.

Sementara Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Luky Eko Wuryanto menyebutkan, program nasional akan dipaparkan bersama presentasi oleh gubernur dari 33 provinsi. "Ini dilakukan untuk menampilkan peluang investasi langsung ke negara mitra Asia-Pasifik yang diundang," sebut Luky. **cahyo

BERITA TERKAIT

Sektor Riil - Investasi Meningkat, Pemerintah Siapkan SDM Industri Kompeten

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berperan aktif menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan dunia industri.…

Perda Larangan Kantong Plastik Ganggu Iklim Investasi

Perda Larangan Kantong Plastik Ganggu Iklim Investasi NERACA Jakarta – Pemerintah pusat melalui Kementrian Perindustrian (Kemenperin) meminta seluruh pemerintah daerah…

Sektor Riil - Investasi Manufaktur Diyakini Semakin Moncer Seusai Pemilu

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku optimistis akan terjadi peningkatan investasi dan ekspansi di sektor industri manufaktur seusai…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bank Dunia Proyeksikan Perlambatan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik

      NERACA   Jakarta - Laporan terbaru Bank Dunia memproyeksikan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia…

Pelabuhan Sebagai Pintu Gerbang Ekonomi Nasional

    NERACA   Jakarta - Sebagai Negara kepulauan, Indonesia menyimpan potensi besar terlebih letaknya yang strategis karena berada di…

Kinerja Penerimaan Pajak Triwulan I Dalam Batas Wajar

  NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai kinerja penerimaan pajak dalam…