Perlu Ribuan Triliun Guna Dongkrak Pertumbuhan 7%

Perlu Ribuan Triliun Guna Dongkrak Pertumbuhan 7%

Jakarta –Tak ada cara lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7% pada 2014 adalah penyediaan dana hingga ribuan triliun. Karena dana itu bisa digunakan untuk membangun berbagai infrastruktur. "Untuk mengejar pertumbuhan di atas 7% di 2014, kita butuh dana ribuan triliun rupiah yang diguyur di negara ini untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja," kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Setiawan kepada wartawan di Jakarta,29/3.

Lebih jauh, kata Bambang, ribuan triliun dana itu hanya bisa diperoleh melalui investor asing yang menanamkan dananya di Indonesia. Oleh sebab itu pemerintah perlu menyiapkan perangkat berupa regulasi yang mendukung iklim investasi. “Regulasi dan kebijakan yang kondusif membuat investor makin tertarik, sehingga menanamkan dananya,” tambahnya.

OLeh karena itu, Bambang meminta emerintah dan masyarakat menjaga stabilitas politik dan jaminan keamanan agar iklim investasi di dalam negeri kondusif. "Mereka (investor asing) ingin melihat bagaimana iklim investasi Indonesia cukup kondusif bagi mereka untuk melakukan investasi dan menanamkan modal," paparnya.

Ditempat terpisah, Menko Perekonomian, Hatta Rajasa menegaskan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi guna mendorong terciptanya lebih banyak lapangan kerja. Sehingga angka pengangguran bisa ditekan. Setidaknya bisa berkurang sebanyak satu juta orang mulai 2011. "Sementara pada tahun 2010, capaian kita terjadi pengurangan pengangguran nett-nya 0,7 juta," ujarnya.

Menurutnya, pada 2010 lalu, pemerintah berhasil membawa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 6,1 persen. Di mana lapangan kerja yang berhasil diciptakan adalah sebanyak 3,3 juta lapangan kerja.

Selain program mengurangi pengangguran itu, Hatta juga mengatakan ada dua program lainnya yang menjadi inisiatif baru pemerintah, terutama mendorong surplus beras guna menjaga cadangan pangan nasional. "Program utama lain yang menjadi inisiatif baru dan harus kita laksanakan adalah program pemerintah untuk meningkatkan surplus beras menjadi 10 juta ton yang harus dimulai gerakannya pada tahun ini," tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Sestama Bappenas Syahrial Loetan mengaku optimis pendapatan per kapita masyarakat Indonesia bisa menembus angka USD5.000 pada 2014. Sektor industri dituntut siap menghadapi situasi tersebut. “Angka pendapatan per kapita mencapai USD5.000 bukan sesuatu yang gila dan bukan hal yang mustahil dicapai,”katanya kepada wartawan.

Pendapatan per kapita Indonesia kini menyentuh level USD3.000. Kondisi perekonomian nasional yang terus terakselerasi sejak 2009 dinilai sebagai momentum untuk mendongkrak pertumbuhan pendapatan masyarakat Indonesia. Pertumbuhan pendapatan per kapita Indonesia sejak 2007 hingga 2010 terus meningkat.

Lebih jauh kata Syahrial, untuk mencapai pendapatan per kapita minimal USD4.803 pada 2014, Indonesia sudah memiliki modal cukup. Laju pertumbuhan ekonomi nasional yang terus terakselerasi hingga 2010 menjadi kunci sekaligus pendongkrak pertambahan pendapatan masyarakat. “Momentum ini harus dijaga dan terus didorong. Momentum ini sebagai modal. Kalau target pertumbuhan (ekonomi) pada 2014 bisa tujuh persen, PDB per kapita bisa sesuai target juga,” pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital - Ketua KPPU

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital Ketua KPPU NERACA Padang – Ketua Komisi Pengawas Persaingan…

Laba Bayu Buaya Tumbuh 17% di 2017 - Berkah Pertumbuhan Pariwisata

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pariwisata di dalam negeri sepanjang 2017 kemarin,  memberikan dampak positif terhadap kinerja PT Bayu…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1%

      NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia di akhir 2017 meningkat 10,1 persen (tahun ke…

Muliaman Hadad Ditunjuk jadi Dubes RI untuk Swiss

    NERACA   Jakarta-Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad resmi ditunjuk menjadi Duta Besar…

Tiga Tahun Jokowi Diklaim Berhasil Turunkan Inflasi

      NERACA   Padang - Pejabat Kantor Staf Presiden (KSP) memaparkan dalam tiga tahun perjalanan pemerintahan Presiden Jokowi…